Unaaha, Koransultra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe menerima pembekalan pengurangan risiko bencana lingkungan dari Direktorat Perencanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia untuk tahun 2023, disalah satu hotel di Unaaha, Kamis, (12/10).
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Ferdinand Sapan.
Ia menyampaikan pesan dari Bupati Konawe, yang saat itu tengah menghadiri kegiatan di kantor gubernur. Meskipun Bupati sedang terlibat dalam kegiatan tersebut, Sekda Ferdinand Sapan sangat mendukung pelaksanaan pembekalan ini.
Ferdinand Sapan menjelaskan, bahwa Kabupaten Konawe menghadapi berbagai potensi bencana, terutama terkait dengan kondisi geografis wilayah tersebut.
“Wilayah Konawe dikelilingi oleh sungai besar seperti Konaweeha, aliran air yang mengarah ke Timur, serta daerah rawaopa. Lebih jauh, dua kecamatan, yaitu Waworaha dan Sampara, mengalami banjir setiap tahun,”jelas Ferdinan
“Pemkab Konawe telah mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang dapat memicu bencana sebagai bagian dari persiapan dalam penanggulangan risiko bencana,” pungkasnya.
Sementara Johny Sumbung, Direktorat Perencanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB RI, didampingi oleh Priska Saragih, Kasubdit Perencanaan Pendanaan BNPB RI, menjelaskan, konsep penanggulangan bencana. Mereka menekankan bahwa potensi bencana ada di setiap wilayah dan penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko.
” Terutama penting untuk memahami faktor risiko bencana di setiap daerah, terutama yang berdekatan dengan tambang, karena aktivitas pertambangan dapat memicu berbagai jenis bencana, termasuk banjir. Oleh karena itu, upaya mitigasi seperti perbaikan vegetasi dan tindakan struktural dan non-struktural harus dilakukan,” jelasnya.
Johny Sumbung juga menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan masyarakat. BPBD harus dapat memetakan daerah-daerah yang berpotensi bencana dan bekerja sama dengan baik dalam mengelola risiko bencana.
“Kegiatan hari ini bertujuan untuk memahami konsep bencana. Kerjasama antara camat dan lurah yang hadir dalam kegiatan ini sangat penting dalam upaya mengurangi risiko bencana di Kabupaten Konawe. Meskipun tidak mungkin menghilangkan risiko sepenuhnya, langkah-langkah mitigasi akan membantu mengurangi dampak bencana secara fisik dan sosial bagi masyarakat,” pungkas Johny Sumbung.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekda Konawe Ferdinand Sapan, Direktorat Perencanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB RI Johny Sumbung, kemudian Kasubdit Perencanaan Pendanaan BNPB RI Priska Saragih, Kalaksa BPBD Konawe Herianto Pagala, Camat serta Lurah se Kabupaten Konawe. (Rls/Nas)

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here