Unaaha, Koransultra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menerima dokumen materi rancangan peraturan daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Konawe 2025-2029 yang diserahkan oleh Bupati Konawe H. Yusran Akbar dalam rapat paripurna yang diadakan di gedung DPRD setempat, Selasa (03/06/2025).
Mengawali penyampaian RPJMD Konawe 2025 – 2029, Bupati Konawe Yusran Akbar menyampaikan Pemda Konawe telah membuat sejumlah rancangan program yang sudah dituangkan didalam dokumen RPJMD yang nantinya akan dibahas bersama tim Pansus DPRD Konawe, katanya.
“Maskot kami didalam RPJMD 2025-2029 ini dengan Visi Konawe Berdaya Saing, Sejahtera, Adil dan Berkelanjutan (Bersahaja) dan misi membangun desa menata kota menuju Konawe bersahaja,” Ujar Bupati Yusran.
Lebih lanjut Bupati Konawe menyampaikan misi pembangunan periode kepemimpinannya, “Ada enam misi Konawe Bersahaja yang tertuang didalam program program yang kami sampaikan didalam RPJMD dan nantinya akan dibahas bersama Tim Pansus dalam rapat konsultasi ini,” katanya.
Alun Alun Kota Unaaha dan Ikon Kalosara
Yusran Akbar menyebutkan salah satu project yang dicanangkan dalam RPJMD ini adalah pembangunan alun-alun kota Unaaha yang akan ditempatkan dilokasi stategis dan terkoneksi denagn akses jalan provinsi sehingga mudah dijangkau bagi masyarakat, “model alun alun yang akan kita bangun nantinya terintegrasi dengan jalan poros menuju ke Kolaka Timur, Kolaka dan Kolaka Utara,” katanya.
“Kami melihat ini adalah peluang, bagi masyarakat daerah lain yang melintas di Konawe dan melalui kawasan alun alun ini akan tertarik untuk mampir dan ini akan menjadi salah satu daya tarik daerah ini yang nantinya diharapkan mampu meningkatkan income (pendapatan.red) bagi UMKM,” jelasnya.
Lebih jauh Yusran Akbar memaparkan, project alun alun konawe nantinya akan dibuat wahana bermain bagi anak anak, taman bermain serta kolam retensi yang dapat dinikmati oleh pengunjung, “nanti juga akan dibuatkan tugu dengan ikon budaya kita Kalosara yang menjadi simbol persatuan,” ujarnya.
“Disekitar alun alun ini nantinya juga akan dibuat area bagi pelaku UMKM, kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) dimana rencana lokasi yang akan kita bangun itu di daerah areal kawasan kolam renang retensi yang merupakan milik BWS,” ungkap Bupati Yusran.
“Rencana sekitar 24 hektar yang akan dihibahkan oleh pihak BWS ke pemerintah Kabupaten Konawe, semoga hal itu berjalan sesuai dengan harapan,” katanya.
![]()
Tiga Project Revitalisasi Periode YA-Syam
Ada tiga program revitalisasi yang dicanangkan Pemda Konawe dalam RPJMD 2025-2029 ini, demikian diungkapkan Bupati Konawe. “Yang Pertama Revitalisasi STQ Konawe, yang kedua revitalisasi taman budaya, dan yang ketiga revitalisasi pasar,” Ujar Yusran Akbar.
Yusran Akbar memaparkan, rencana Revitalisasi Masjid Agung Babussalam yang nantinya bakal dijadikan kawasan Islamic Center, “revitalisasi masjid Babussalam, akan dibuat sebuah menyerupai miniatur masjid Nabawi, dan kami beri nama project revitalisasi Islamic Center yang akan digunakan sebagai pusat kegiatan keagamaan di Konawe,” terangnya.
“Progres pembagunannya akan dilakukan secara bertahap karena ini (project.red) akan menelan anggaran yang cukup besar makanya kami buat bertahap sampai di 2029,” ungkap Bupati Yusran.
Project Revitalisasi yang kedua kata Yusran Akbar adalah taman budaya, dimana program ini akan menyasar area Pekuburan Raja Lakidende dan Rumah Adat Laika Mbu’u yang akan dilakukan revitalisasi agar mengikuti standar yang ditetapkan pemerintah sehingga dapat ditetapkan menjadi cagar budaya, “area pekuburan Raja Lakidende akan direnovasi, kita perbaharui lagi agar sesuai dengan standar dari kemetrian pendidikan dan kebudayaan agar memenuhi syarat-syarat yang ditentukan, karena kalau menyangkut Budaya tidak boleh lagi ada material modern,” katanya.
“Begitu juga dengan Laika Mbu’u, akan dilakukan revitalisasi dibagian tamannya akan dibenahi, rumah adat itu, agar menjadi sebuh destinasi kegiatan kebudayaan dan kesenian anak anak muda di Kabupaten Konawe,” Jelas Bupati Konawe ini.
Pada project revitalisasi ketiga ini menyasar Pasar Tradisional menjadi Pasar Modern, Bupati Konawe mengatakan rencana kedepannya pemerintah akan membangun Plaza di Konawe sehingga para pedagang dapat berdagang sehari – harinya di tempat tersebut, dimana akan dibangun terpisah dengan pasar basahnya. Lokasi ini direncanakan bakal dibangun di areal pasar Wawotobi dengan terlebih dahulu melakukan pembahasan dengan pihak pengelola pasar yang saat ini dikelola oleh pihak swasta, “Kalau ini terlaksana tentu akan menjadi salah satu sumber PAD Konawe yang cukup besar,” ujarnya.
“Hanya tiga project ini yang dilakukan revitalisasi, selebihnya itu kita akan membangun baru.” terang Bupati Yusran.
Sektor Ketahanan Pangan
Bupati Konawe memaparkan, dalam upaya mendukung program Asta Cita Presiden RI, Pemkab Konawe telah menyiapkan sejumlah program diantaranya membangun pasar Induk, Pasar induk ini direncakan akan didirikan di Kecamatan Anggalomoare dengan pertimbangan lokasi stategis yang berbatasan dengan Kota Kendari, “rencana pembangunannya menggunakan areal kawasan balai benih ikan di Kecamatan Anggalomoare, nanti balai benih ikan ini akan dipindah ke Kecamatan Lambuya dengan pertimbangan akses pengairannya masih bagus,masih memenuhi syarat” katanya.
Pasar Induk ini kata Bupati Yusran, akan dijadikan setral perdagangan hasil bumi masyarakat Konawe dan sekitarnya, “sebagaimana kita ketahui konawe menjadi penghasil holtikultura sayuran dan buah buahan yang menyuplai ke kora kendari, tujuannya ini meningkatkan pendapatan kita dari sektor pertanian dan memberikan ruang kepada pedagang pedagang kita untuk bisa memasarkan dagangannya, kenapa di Angfalomoare karena disana tekhnisnya dekat dengan kota Kendari,” paparnya.
Pasar ini nantinya akan beroperasi saat malam hari, “Pedagang dari berbagai kecamatan mulai beroperasi jam 9 malam, jadi pagi harinya bisa disuplai ke Kota Kendari, atau pembeli daerah lain bisa langsung datang ke pasar induk ini,” jelasnya.
“Tentu diharapkan dengan adanya pasar induk ini dapat meningkatkan PAD sektor perdagangan,” tuturnya.
Terkait sektor pertanian, kami tetap terkolaborasi dengan pemerintah Provinsi dalam meningkatkan produksi pangan kita utamanya padi dan jagung, ujar Bupati.
![]()
Pemkab Konawe Bakal Bangun RS Baru dan Termum
Saat ini kami tengah merancang pembangunan rumah sakit pratama, kata Bupati. “Kita sementara berbenah bagaimana BLUD kita supaya bisa peoduktif, dan untuk menaikkan status kita rencana akan membangun satu lagi rumah sakit (rencananya) di Kecamatan Morosi atau di Kapoiala, dengan oertimbangan disana juga banyak penduduk.” Ungkapnya
Selain itu kami juga tengah merancang pembagunan terminal umum (termum)
ini adalah salah satu sektor yang bisa menghasilkan PAD besar bagi Kabupaten Konawe, pelabuhan bagi kapal tongkang pengangkut ore nikel, lahannya masih ada, dan jika pemerintah daerah memberikan ruang maka bagi hasilnya bisa menjdi sumber PAD, dimana perusahaan yang saat ini masih menggunakan jasa pelabuhan perusahaan swasta bisa menggunakan jasa pelabuhan milik pemeintah kalau ini dapat terwujud,” ungkap Bupati Konawe ini.
![]()
“Saat ini kami juga tengah menunggu hasil kerja dari Dinas PUPR yang tengah merancang master plane untuk pembangunan jalan dan drainase arwa perkotaan yang terkadang terdampak banjir saat musim penghujan, jikacsudah rampung maka kami juga akan sampaikan di forum ini nantinya,” pungkas Yusran Akbar.
“Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah ini kami sudah tuangkan kedalam dokumen, dengan Visi Konawe Berdaya Saing, Sejahtera, Adil dan Berkelanjutan (Bersahaja) dan Misi membangun desa menata kota menuju Konawe bersahaja, semoga teman teman DPRD dapat membantu dan menyetujui RPJMD ini untuk membangun Konawe 2024-2029 kedepannya,” Pungkas Bupati Yusran Akbar
Laporan: Andriansyah




