Unaaha, Koransultra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menggelar rapat paripurna konsultasi awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Konawe 2025-2029, Panitia Khusus (Pansus) yang dibentuk untuk melakukan melakukan reviu atas dokumen yang diajukan oleh Pemerintah Daerah menerima RPJMD ini dengan sejumlah catatan rekomendasi, rapat ini dipimpin Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya didampingi Wakil Ketua I, Nuryadin Tombili, Wakil Ketua II, Nasrullah Faizal, sementara Pemkab Konawe diwakili oleh Wakil Bupati, Syamsul Ibrahim Bersama Sekda, Ferdinand Sapan didampingi oleh para OPD Lingkup Konawe.
Ketua DPRD Konawe menyampaikan sesuai ketentuan, rapat paripurna ini dapat digelar dengan jumlah kehadiran anggota dewan yang melebihi jumlah kuorum rapat, “dari jumlah 30 orang anggota dewan, sesuai daftar hadir hari ini sebanyak 26 anggota dewan yang hadir, dan berdasarkan ketentuan dan peraturan tata tertib maka paripurna dewan hari ini sudah bisa kita buka,” ujar Made Asmaya sembari mengetuk palu sidangnya, Rabu 04/06/2025.
![]()
Saat menyampaikan sambutannya, Bupati Konawe Yusran Akbar yang dibacakan oleh Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada tim Pansus DPRD atas kerja keras dan dedikasinya dalam memberikan rekomendasi yang semangat dan sangat berharga untuk penyempurnaan RPJMD, katanya.
Wakil Bupati Konawe ini pun sempat membacakan pantun disela sambutannya ini, “burung merpati terbang tinggi, hinggap didahan pohon beringin, RPJMD mari kita susun bersama untuk Konawe yang bersahaja,” katanya yang disambut riuh tepuk tangan ruang sidang.
“Dokumen RPJMD ini merupakan pengejawantahan stategis untuk mewujudkan visi konawe bersahaja berdaya saing sejahtera adil dan berkelanjutan yang mengusung semangat membangun desa menata kota menuju konawe bersahaja,” katanya.
![]()
Visi ini selaras dengan rancangan pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) Asta Cita presiden Prabowo Subianto dan visi Indonesia Emas 2045 untuk menjadikan daerah Konawe sebagai kota maju eksklusif dan berbudaya, Ujarnya.
Sebanyak Delapan Poin Rekomendasi Pansus
Wabup Konawe menyebutkan rekomendasi ini mencakup delapan poin stategis yang menjadi landasan kuat bagi pembangunan konawe kedepan, “pertama pengentasan kemiskinan berkelanjutan melalui program bantuan permodalan bagi keluarga miskin, penciptaan lapangan kerja melalui UMKM dan pemberdayaan ekonomi lokal untuk mengurangi angka kemiskinan secara signifikan,” katanya.
“Kedua peningkatan indeks pembangunan manusia atau IPM dengan meningkatkan akses pendidikan berkualitas melalui program beasiswa, revitalisasi infrastruktur sekolah dan peningkatan kompetensi guru serta memperluas layanan kesehatan melalui puskesmas keliling,” jelasnya.
Dan yang ketiga adalah penurunan tingkat pengangguran terbuka, sambungnya. “Dengan mendorong investasi disektor agribisnis dan agrowisata, mengoperasionalkan balai latihan kerja dan mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja lokal dalam protek proyek strategis,” tuturnya.
![]()
Soal lingkungan juga masuk dalam rekomendasi ini, “keempat perlindungan lingkungan hidup dan mitigasi perubahan iklim melalui program rehabilitasi hutan dan lahan kritis pengelolaan limbah melalui bank sampah dan kenerapan tekhnologi ramah lingkungan disektor pertanian,” jelasnya.
Terkait pemerataan Pembangunan juga menjadi rekomendasi pansus, “kelima pengurangan kesenjangan infrastruktur antar wilayah dengan mempercepat pembangunan jalan, jembatan dan sistim irigasi dan pelayanan dasar seperti air bersih dan listrik khususnya didesa desa tertinggal untuk menciptakan konektifitas yang merata,” sebut Syamsul Ibrahim.
“Keenam memperbaiki atau perbaikan tata kelola kelembagaan dan reformasi birokrasi untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas melalui digitalisasi layanan publik dan penerapan sistem reward dan punishment bagi ASN,” ucap mantan Legislator DPRD Sultra ini.
Penyelasaran Visi Misi nasioanal juga menjadi perhatian, “ketujuh penyelarasan visi misi dengan RPJPD dan RPJMN untuk memastikan setiap program pembangunan sejalan dengan prioritas nasional seperti ketahanan pangan pemerataan pembangunan dan kemandirian ekonomi,” katanya.
Dan yang terakhir rekomendasi tersebut terkait pengelolaan keuangan daerah, “kedelapan pengelolaan keuangan daerah yang kebih efisien melalui optimalisasi alokasi anggaran dan prioritas program yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan Masyarakat,” Ujar Wabup Konawe ini.
Rekomendasi ini menjadi masukan penting dalam menyusun rancangan akhir RPJMD memastikan setiap kebijakan tidak hanya berorientasi kepada pertumbuhan ekonomi tetapi juga pada peneratan kesejahteraan keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan, tulis Yusran Akbar dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakilnya.
Enam Misi Strategis Pemkab Konawe Disepakati
Disepakati arah kebijakan pembangunan konawe 2025-2029 dirancang melalui enam misi stategis yang saling bersinergi, katanya. “Misi pertama adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan memeratakan akses pendidikan serta memperluas layanan kesehatan dan peningkatan kesejahteraan tenaga medis, kedua meningkatkan daya saing ekonomi daerah melalui pengembangan agrobisnis dan agrowisata dengan program percetakan sawah baru, hilirisasi produk lokal dan penguatan permodalan UMKM untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” rinci Wabup Konawe.
“Ketiga adalah mengoptimalkan tata kelola pemerintahan dengan menerapkan digitalisasi layanan publik dan peningkatan transparansi, keempat memperkuat ketahanan sosial dan budaya dengan melestarikan budaya melalui festival budaya dan pendidikan multi kultural, kelima menerapkan pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan dengan melindungi lingkungan melalui program rehabiliasi hutan dan lahan serta penanganan sampah” Jelasnya.
Dan yang terakhir katanya, “misi keenam adalah pemerataan pembangunan infrastruktur wilayah dengan membangun infrastruktur jalan sistem irigasi dan alun alun kota multi fungsi yang berfungsi sebagai kolam retensi” katanya.
Menutup Pidato tersebut, Wabup Konawe Kembali berpantun, “dayung kiri dayung kanan perahu melaju ketengah sungai jika eksekutif dan legislatif bersinergi Konawe bersahaja bukanlah mimpi,” pungkas Wakil Bupati Konawe disambut riuh tepuk tangan suasan sidang.
Laporan: Andriansyah





