Konawe Perkuat Ketahanan Pangan, Program Tanam Jagung Satu Desa Sepuluh Hektar Bakal Diluncurkan

Unaaha, Koransultra.com – Bukan omon omon, Bupati Konawe H Yusran Akbar bersama wakilnya H. Syamsul Ibrahim terus bergerak menyelaraskan Program Konawe Bersahaja (Berdaya Saing, Sejahtera, Adil dan Berkelanjutan) dengan program Nasional Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto.

Satu persatu dikebut, meski belum genap setahun memimpin Konawe namun langkah nyata dari gebrakan Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Konawe 2025-2030 (YA-SYAM) mulai diwujudkan. Terobosan demi terobosan dilakukan Bupati Yusran, pemimpin muda Visioner yang berlatar belakang seorang pengusaha ini terus melakukan langkah kongkrit didampingi wakilnya yang berbekal pengalaman mumpuni sebagai Legislator DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara selama tiga periode.

Konawe yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Sultra, tentu mesti kerja ekstra demi mempertahankan predikat tersebut. Tak hanya sebagai daerah penghasil beras terbesar, Bupati Yusran punya strategi lainnya, untuk memperkuat posisi Konawe sebagai salah satu Lumbung Pangan Strategis di Sultra, Bupati Konawe menyebut sejumlah Kecamatan bakal dikembangkan menjadi klaster Pengembangan Palawija. “Pengembangan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga mendorong kesejahteraan petani serta memperkuat peran Konawe sebagai lumbung pangan strategis di Sulawesi Tenggara” ujar Bupati Yusran Akbar baru baru ini.

“Wilayah Puriala, Lambuya, hingga Onembute akan diarahkan menjadi klaster pengembangan palawija, khususnya jagung pakan” tambahnya.

Menurut Bupati Yusran, sejumlah program ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Konawe untuk mendukung program swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional, sekaligus diselaraskan dengan program prioritas daerah “Konawe Bersahaja”.

“Dengan sinergi antara pemerintah, penyuluh pertanian, aparat desa, serta seluruh masyarakat, saya optimis program ini akan sukses dan memberi manfaat nyata bagi ekonomi daerah maupun nasional,” ungkapnya.

Tak tanggung tanggung sebagai Pilot Project penanaman jagung pakan, Pemkab Konawe  mencanangkan penanaman perdana jagung hibrida pakan seluas 75 hektare di Kecamatan Puriala, sekaligus mengumumkan program spektakuler “Satu Desa, Sepuluh Hektare Jagung” mulai 2026

“Ini implementasi Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, membangun dari desa. Kenapa jagung?, karena kita punya lahan, punya SDM, dan punya kebutuhan nasional yang mendesak,” tegas Bupati Yusran.

Menurut Bupati, Program ini tak berdiri sendiri. Ia adalah tulang punggung dari program Dapur Makan Bergizi (MBG) Konawe yang kini menjangkau tidak hanya siswa, tapi juga ibu menyusui dan balita. Dengan  dapur MBG yang melayani ribuan jiwa, kebutuhan pangan lokal — termasuk jagung sebagai bahan pakan ternak pendukung protein hewani — melonjak drastis. “Ini tantangan sekaligus peluang emas bagi petani kita,” ujar Yusran.

Informasi yang dihimpun berdasarkan data Dinas TPHP, Kecamatan Puriala memiliki potensi lahan lahan kering 1.000 hektare, dengan CPCL (Cetak Sawah Baru) 200 hektare. Target 75 hektare tahun ini hanyalah permulaan. Tahun 2026, Pemda akan meluncurkan program Satu Desa Sepuluh Hektar, jika diakumulasi produktivitas 5 ton/hektare, bisa dikalkulasikan ratusan ribu ton jagung siap panen diKabupaten Konawe, harga stabil karena intervensi pemerintah, dan investor pabrik pakan ternak siap masuk “Saat swasembada jagung tercapai, investor akan datang. Konawe akan jadi salah satu pusat industri pakan ternak nasional. Tapi ingat, jangan jadi seremoni. Kita harus kerja keras sampai panen itu baru sebuah keberhasilan yang tentu sama sama kita harapkan” tantang Bupati Yusran.

Sebelumnya Bupati Konawe, Yusran Akbar, secara resmi menyalurkan Bantuan Benih Buah dan Sayuran serta Sarana Produksinya dalam Rangka Mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun 2025, yang berlangsung di Hotel Nugraha, Unaaha, belum lama ini.

Bupati Konawe menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan program tersebut. Ia menegaskan bahwa pemberian bantuan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung produktivitas pertanian dan kemandirian pangan masyarakat “Pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam menyukseskan program-program unggulan daerah, khususnya di sektor pertanian, hortikultura, dan perkebunan. Salah satu fokus utama adalah pengembangan program benih buah dan sayur, yang meskipun terlihat sederhana, memiliki dampak besar bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.” Katanya.

“Saya harap para penerima bantuan dapat mengelola dengan baik benih dan sarana produksi yang diberikan, sehingga mampu meningkatkan produksi buah dan sayuran lokal yang berkualitas dan berdaya saing,” ujar Bupati Konawe.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para petani di Kabupaten Konawe dapat semakin termotivasi untuk meningkatkan hasil pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mewujudkan visi Konawe sebagai daerah agraris yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.

Laporan: Andriansyah Siregar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *