Tirawuta, Koran Sultra – Komisi Pemilihan Umum Daerah  (KPUD) Koltim rupanya tidak cukup tegas dalam membuat aturan pelaksanaan Pawai karnaval para kandidat, terbukti saat proses pawai berjalan. Mobil tronton ikut handil di barisan.

Akibatnya, proses pawai para Cabup dan Cawabup terhambat Karena di Halang  oleh Kapasitas Mobil tersebut.

Mobil tronton yang di gunakan pasangan Cabup dan Cawabup Tony Herbiansyah dan Andi Meria Nur (Tentram) ini memperlambat aktivitas karnaval para calon.

Sehingga  membuat pasangan Wahyu Ade Imran Pratama dan Idul Fitri Syam (WAHID) protes hal tersebut. Katanya, mobil tronton tersebut telah menghambat aktivitas karnaval.

“Ini pelanggaran, karena telah menghambat aktivitas karnaval kami. Wah mana penegasan dari KPU? “Ujar Wahyu.

Sementara itu Kapolres kolaka AKBP. AgusIman Rifai SH SIK MH Mengatakan mobil tronton tersebut memang tidak di peroleh kan untuk mengikuti pawai, hanya saja mobil tersebut memang sengaja menyelinap tampa sepengetahuan pihak keamanan.

“Dia kan tidak masuk dalam rangkaian karnaval lagi pula kami tidak pernah mengijinkan mobil tronton untuk ikut berpartisipasi dalam karnaval” tegasnya.

Kata lelaki berpangkat dua bintang di pundak itu, mobil tersebut mungkin saja menyelinap masuk secara diam- diam ke barisan.

Kapolres kolaka menggerakan personil sebanyak 217 anggota untuk bersiaga sedangkan Dandim 1412 Kolaka menggerakkan anggotanya sebanyak 60 anggota.

Para peserta karnaval start dari Depan halaman KPU memutar masuk ke lalingato menuju perbatasan Koltim konawe dan finish di depan Kantor KPU kembali.

Kontributor : Dekri

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here