Strategic Manager Lingkaran Survey Indonesia (LSI) Network, Rasmuddin SH I MH
Strategic Manager Lingkaran Survey Indonesia (LSI) Network, Rasmuddin SH I MH

LASUSUA, KORAN SULTRA-Menjelang pemilihan Calon Bupati (Cabup) dan Wakil Bupati (Cawabup) Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara yang tinggal menghitung hari bisa dipastikan aroma persaingan para kandidat berlangsung ketat. Volume kekuatan dari setiap paslon dipandang kian terpetakan kemenangan dan kekalahan.

Strategic Manager Lingkaran Survey Indonesia (LSI) Network, Rasmuddin, SH,.I,.MH, Kamis (3/2) menjelaskan, saat ini pada pilkada Kolut hanya ada dua kekuatan besar yang dominan dimana paslon nomor urut 1 Yakni Nur Rahman Umar – H. Abbas (akronim An Nur) dan 2 yaitu Bobby Alimuddin Page – H. Maksum Ramli (BAP-MR) bersaing ketat atau nyaris sama.

“Dari semua fariabel yang ada, paslon Anton-Haedirman (Aman) sangat sulit melampaui paslon 2 dan 1, Saat ini hanya ada kekuatan yakni Nur Rahman dan Bobby pada pilkada Kolut,” ujarnya.

Sayangnya, ia tidak menjelaskan lebih gamblang alasan apa saja yang membuat pihaknya memposisikan Anton berada pada zona tidak aman saat ini untuk mengungguli dua kandidat pesaingnya. Yang jelas kata dia, untuk masa sekarang, fase sosialisasi personality maupun kemampuan setiap paslon sudah ditinggalkannya.

“Fase ini sudah selesai menurut saya, bagaimana kekuatan Nur Rahman dan Bobby. Sekarang masanya fase mengawal pelaksanaan pilkada, jika salah satunya (Nur Rahman dan Bobby) lemah baik pengawasan, saksi dan mobilisasi dipastikan akan kalah,” ungkapnya.

Yang namanya kecurangan dalam pilkada sambung Rasmuddin tidak bisa dipungkiri bahwa kecurangan itu kadang terjadi karena sangatlah langka jika berjalan sempurna. Selanjutnya yakni pengawasan pada saksi yang tidak sekedar datang tetapi luput untuk melakukan pemantauan. “Ini yang harus diperhatikan keduanya,” jelasnya.

Apakah ini berarti mereka harus saling memata-matai? Rasmuddin berpandangan lebih aman jika mereka saling mengawasi. Logikanya jika tidak demikian, bisa saja bagi suatu kandidat seenaknya melancarkan gerakannya entah itu berupa money politik dan lainnya. “Banyak kandidat disurvey menjelang hari “H” unggul namun di hari “H” ia kalah karena jebol di mobilisasi,” jelasnya

Kontributor : Israil Yanas
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here