Puncak acara pada hari kamis (7/12/2017) ditutup oleh Menpora Imam Nahrowi dan dihadiri oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaa Puan Maharani serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sitti Nurbaya (Ahmad Sappe melaporkan dari Blitar).
Foto Ahmad Sappe.

KOLAKA, KORAN SULTRA – Wakil Bupati Kolaka H. Muhammad Jayadin hadiri undangan acara puncak Kirab Pemuda 2017 di Blitar Provinsi Jawa Timur, kamis ( 7/12/201).

Blitar menjadi tempat singgah terakhir dari seluruh rangkaian Kirab Pemuda 2017 setelah melakukan perjalanan selama 72 hari.Dipilihnya Kabupaten Blitar sebagai titik singgah terakhir karena memiliki sejarah serta akar budaya yang kuat perjalanan bangsa Indonesia.

Kabupaten Blitar terkenal memiliki tempat tempat bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan nusantara. Diantaranya candi Simping yang berada di wilayah Kademangan, Blitar. Candi Simping merupakan tempat di mana abu pendiri Kerajaan Majapahit dan penggagas Nusantara I Raden Wijaya didharmakan serta makam Bung Karno.

Melalui kegiatan napak tilas disejumlah tempat bersejarah di Kabupaten Blitar diharapkan peserta kirab dan generasi muda dapat ikut serta melestarikan dan mempelajari kekayaan warisan budaya bangsa dan menerapkan nilai nilai adiluhung nenek moyang.

“Budaya yang kita miliki harus kita jaga dan lestarikan, termasuk mengamalkan nilai nilai luhur bangsa sebagai modal perjuangan dan pembangunan Indonesia,” harap Bupati Blitar Rijanto.

Wabuk Kolaka puji seluruh rangkaian Kirab Pemuda 2017 sebab dengan berbagai kegiatan dan hiburan, diantaranya, parade budaya, pemecahan rekor muri gerakan pemuda membaca kitab suci, pameran kreatif pemuda, serta melibatkan pelajar Sekolah Menengah Pertama sebanyak 5.370 orang menggunakan sepeda bantuan Pemda Blitar dapat berjalan dengan baik.

Wabup Kolaka juga sampaikan terima kasih kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga karena telah memilih Kabupaten Kolaka sebagai salahsatu titik singgah Kirab Pemuda 2017 di Provinsi Sulawesi Tenggara.

KONTRIBUTOR : Ahmad Sappe/Asri Joni

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY