Lasusua, KoranSultra.Com – Pihak pemerintah Desa Kalu-Kaluku, Kecamatan Kodeoha, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), diduga melakukan pengalihan nama warga untuk bantuan listrik subsidi kepada warga lain yang bukan haknya.

Hal tersebut terungkap setelah salah satu warga bernama Inu, merasa kesal lantaran nama suaminya (Alm, Najamuddin red) yang terdaftar sebagai penerima bantuan listrik subsidi namanya dihilangkan daftar penerima.

“Saya juga heran kenapa nama suami saya tiba-tiba hilang dari daftar,” keluh dia, Senin, (15/1/2017).

Dia menjelaskan, ada sekitar empat warga yang terdaftar sebagai penerima tahap pertama sekitar tahun 2014. Namun, nama mereka juga sudah diganti.

IKLAN KPU

“Waktu itu saya suruh keluarga saya pergi ke kantor PLN untuk membayar DPnya tapi nama suami saya sudah tidak ada,” ujarnya.

Janda beranak tiga ini meminta keadilan soal permasalahan tersebut.

“Saya sudah laporkan hal ini ke pihak yang berwajib,” cetusnya.

Sementara Kepala Desa (Kades) Kalu-Kaluku Firdaus, saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

“Memang dulu ada subsidi listrik tahap pertama sekitar tahun 2014 lalu dan itu bukan saya yang kelolah karena pada saat itu ada Pejabat Sementara (PJS),” katanya.

Nanti pada tahun 2016 sambung dia, pihaknya baru mengelolah listrik subsidi tahap kedua dengan jumlah penerima ada dua belas rumah.

“Coba tanya kepada pengelolahnya yang lebih tahu,” tukasnya.

Menyikapi permasalahan tersebut, keluarga dari korban, Irman menilai permasalahan tersebut diduga ada unsur kerja sama antara pihak PLN dengan pemerintah desa.

“Saya sudah cerita dengan pihak teknisinya, bahwa kades Kalu-Kaluku perna ke kantor PLN untuk mengganti nama yang bersangkutan,” katanya.

Menurutnya, pihak dari PLN tidak ada hak untuk mengganti nama yang sudah terdaftar dalam penerima bantuan, kecuali ada konfirmasi dari pihak desa.

“Inikan ganjil, masa pihak PLN tidak tahu kalau ada nama yang berganti,” pungkasnya.

Kontributor : Fyan

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here