Kolaka, Koran Sultra – Insiden pembunuhan kembali terjadi di kabupaten kolaka, provinsi sulawesi tenggara. Ironisnya peristiwa berdarah ini disaksikan sendiri oleh tiga orang anak korban. Tak pelak peristiwa berdarah yang terjadi di pagi hari ini mengejutkan warga dusun Lasarau desa Sani-Sani Kecamatan Samaturu.

Informasi yang didapati, korban dibunuh pelaku dan disaksikan oleh ketiga anak korban, Sekitar pukul 08.30 senin 12/03. Kiki dan dua orang saudaranya yang menyaksikan insiden berdarah dan pembantaian terhadap bapak kandungnya (Rusli) histeris meminta pertolongan pada warga namun naasnya nyawa Rusli tidak dapat tertolong lagi. 

Kejadian bermula saat Rusli dan ketiga orang anaknya beranjak menuju kebunnya untuk memanen petes, dalam perjalanan mereka kemudian berpapasan dengan Mustahang yang masih kerabatnya sendiri. Ungkap Kiki 

Kiki (24) anak kandung Rusli, yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) saat kejadian berlangsung menceritakan kronologis kejadian tersebut, mengatakan, disaat mereka berjalan beriringan Mustahang dan Rusli terlibat obrolan kecil, Mustahang bertanya kepada Rusli, mau kemana? Jawab Rusli, mau ke kebun mengambil petes. Rusli balik bertanya kepada Mustahang kalau kamu mau kemana?  Lalu Mustahang menjawab, saya mau ke kebun atas. 

Lanjut Kiki, Rusli sempat mengatakan, bukankah kebun itu masih status sengketa antara kita berdua? Namun ironisnya, bukannya dijawab dengan kepala dingin, Mustahang yang berjalan selangka di depan Rusli, langsung membabat kaki Rusli (korban) dengan parang sudah dihunusnya dan tepat mengenai kaki kanannya. Setelah Rusli tumbang, Mustahang (pelaku) malah membabi buta menebas leher korban hingga nyaris terputus. Isap tangis Kiki ditengah ceritanya.

Ya karena ketakutan, saya dan saudara saya lari berhamburan meminta pertolongan kepada warga sekitar tetapi mereka tidak bisa menyelamatkan ayah kami Rusli (korban) lagi, karena setibah di lokasi korban sudah meniggal dunia. Pungkas Kiki

Sementara Kapolsek Samaturu, Muh. Alwi Akbar SH. MH, saat disambangi awak media membenarkan kasus pembunuhan itu, karena didasari perselisihan tanah yang masih diproses di Mapolsek Samaturu. Terangnya

Lanjut Alwi, untuk kasus pembunuhan ini motifnya masih didalami dan sementara
Mustahang (pelaku) dijerat dengan Pasal 338 pembunuhan. Saat ini Mustahang (pelaku) sudah  ditangkap tanpa perlawanan dari Polsek Samaturu, dan pelaku sudah diperiksa dan ditahan di Mapolres Kolaka. Sementara saksi saat ini, kami belum periksa karena masih dalam keadaan berduka, tambahnya.

KONTRIBUTOR : HAMDAN

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here