BAJU BATIK YANG DIDUGA DIMINTA UNTUK DIBELI OLEH SISWA PENERIMA DANA PIP
Andoolo, Koran Sultra – Dana bantuan Pendidikan Indonesia Pintar ( PIP ) yang diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada siswa yang kurang mampu diharapkan dapat membawa manfaat bagi peserta didik penerima dana PIP ini jika tepat sasaran ? dan seyogyanya dana tersebut disalurkan langsung kepada siswa penerima sesuai dengan regulasinya.

Akan tetapi lain halnya yang diduga terjadi di SDN 09 Lainea, Kabupaten Konawe Selatan. Watiani.S.Pd selaku Kepala Sekolah SDN ini terindikasi melakukan sejumlah potongan dengan beragam dalih, tak hanya itu Kepsek juga berdasarkan pengakuan orang tua siswa penerima dana PIP mengambil dana tersebut usai penerimaan dana di Bank dengan alasan takutnya dana tersebut hilang, demikian diungkapkan orang tua siswa yang enggan di tulia namanya ini pada awak media.

Orang tua siswa yang tak mau menyebutkan identitasnya ini mengatakan bahwa anaknya mendapat bantuan dana pendidikan baru- baru ini dengan nilai sebesar Rp. 450 ribu yang di terima langsung pada BANK BRI cabang Punggaluku.

” Anehnya uang tersebut di ambil langsung oleh kepala sekolah semuanya dari siswa penerima dengan alasan nanti uangnya hilang” Tuturnya.

Beragam potongan pun diduga dilakukan oknum Kepsek ini, ” Setelah kembali dari BRI kepala sekolah menyampaikan pada siswa untuk menyampaikan pada orang tuanya bahwa ada pemotongan untuk sewa tranportasi Rp.10.000/siswa dan Rp. 50.000/siswa untuk administrasi dengan total potongan Rp. 60.000, sementara kami selaku orang tua siswa tidak pernah ada pemberitahuan atau rapat tentang adanya potongan tersebut” Beber orang tua siswa ini.

Selain biaya – biaya tadi lanjutnya, siswa juga dibebankan untuk membayar baju yang sudaj disediakan, ” Lalu setiap siswa di kasih satu pasang baju batik dengan nilai harga Rp. 135.000 ” Katanya.

Sehingga dari jumlah Rp. 450 ribu/siswa setelah di potong 60 ribu rupiah ditambah harga baju batik Rp.135.000 tersisa dana yang di terima siswa sebesar Rp.255.000. Rincinya.

Ditempat yang berbeda, salah satu orang tua siswa lainnya yang ditemui juga menuturkan hal yang senada, anehnya justru sang anak hanya menerima Rp.190.000 saja sedangkan baju tidak ada, keluahnya.

Orang tua siswa ini mengatakan mereka seakan di paksakan untuk membeli baju tanpa ada koordinasi atau pemberitahuan karena kepala sekolahnya disinyalir berusaha mengambil untung dari penjualan baju sekolah tersebut, bebernya.

Selian itu juga terungkap adanya dugaan siswa penerima dana PIP yang ganda.

” Sebenarnya kami tidak keberatan apabila ada informasi sebelumnya melalui forum rapat dari pihak sekolah agar kami tau” tutupnya.

Bendahara sekolah SASRI.S.pd saat di temui awak media di kediamannya mengataka penerima bantuan PIP SDN 09 lainea ada 140 lebih siswa di bagi berapa tahap, katanya.

Sasri juga membenarkan bahwa ada salah satu siswa yang ganda namanya dengan nama orang tua berbeda di kartu identitas keluarga, ” Akhirnya uang tersebut di ambil kembali untuk di kembalikan ke kas negara” Katanya.

Ironisnya, Kepala SDN 09 Lainea, Watiani yang hendak diwawancarai terkesan mengelak dari awak media, dimana sang Kepsek tiba – tiba pergi tanpa pamit dari sekolahnya saat awak media menunggu jam istirahat untuk melakukan wawancara pada Sabtu 05/05.

KONTRIBUTOR : RIZAL ASNANDAR

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here