Truk yang sempat tersangkut sejak pukul 05.00 sampai saat ini pukul 10.30 kini sudah berhasil melitas. Foto : Jefri Rembasa

Andoolo, KoranSultra.Com – Selama lebih dari sepuluh jam truk rino yang mengangkut Ore nikel terjebak di jalan penghubung antara Desa Watudemba, Kecamatan Palangga ke Desa Koeno, Kecamatan Palangga Selatan, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Truk yang sempat tersangkut sejak pukul 05.00 sampai saat ini pukul 10.30 kini sudah berhasil melitas.

Pantauan KoranSultra.com, Jumat (1/6/2018) truk tersebut berhasil melintas setelah mobil berkapasitas besar menarik sejumlah truk yang dikandas lumpur.

Truk yang sempat tersangkut sejak pukul 05.00 sampai saat ini pukul 10.30 kini sudah berhasil melitas. Foto : Jefri Rembasa

“Dari tadi malam kami disini. Mobil kami terkandas dijalan akibat lumpur jualan,” ujar salah seorang Sopir Truk.

Informasi yang dihimpun dari sopir truk, mobil tersebut milik PT. Moderen Cahaya Makmur (MCM), mengangkut ore dari Kecamatan Sonai, Kabupaten Konawe hendak menuju, ke Pelabuhan Jeti milik PT. Sambas Mineral Mining (SMM).

Namun perjalan para sopir itu terhenti selama sepuluh jam di Jalan Penghubung antara Desa Watudemba, Kecamatan Palangga dengan Desa Koeno Kecamatan Palangga Selatan, Kabupaten Konawe Selatan, akibat beberapa kendaraan lainnya terkandas lumpur. Diketahui, selain mobil kandas akibat lumpur di jalanan, kapasitas yang dimuat truk tersebut juga berlebihan.

Truk yang sempat tersangkut sejak pukul 05.00 sampai saat ini pukul 10.30 kini sudah berhasil melitas. Foto : Jefri Rembasa

Sebelumnya, mobil truk jenis rino itu, sempat di tahan pada tanggal 24 Mei 2018 Lalu oleh warga. Warga Kecamatan Andoolo sempat menghentikan aktivitas perjalanan kendaraan pemuat ore itu akibat, mobil tersebut menimbulkan polusi udara.

Para pengangkut Ore itu juga dihentikan karena melintas dengan kecepatan tinggi yang dapat membahayakan kendaraan lainnya.

Kontributor : Jefri Rembasa

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here