Tampak Pihak Petugas yang Mengawal Bantuan Kemanusiaan Sedang Bernegosiasi Dengan Para Warga Yang Menghadang. 

Sigi, Koransultra.com – Penyaluran bantuan  korban gempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Donggala, serta Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah dibayang-bayangi aksi penjarahan disejumlah wilayah.

Warga yang mengaku sebagai korban gempa bumi itu menjarah sebagian bantuan di mobil pengangkut logistik bantuan yang melintas.

Seperti halnya uang dialami tim relawan kemanusian asal Kabupaten Kolaka yang membawa bantuan untuk Palu dan sekitarnya jadi terhambat, karena dihadang warga.

IKLAN KPU

Tim kemanusiaan ini bergerak dari Kabupaten Sigi menuju Kecamatan Biromarau. Namum ditengah perjalanan Tim Relawanan yang membawa Bantuan kemanusiaan mendapat dihadang oleh sekelompok orang pada Rabu (10/10/18).

Tim yang membawa tiga truk logistik dan juga berupa obat-obatan untuk disalurkan kepada korban warga Desa Nagatabaru, tiba-tiba dihadang oleh sekelompok orang yang tak diketahui dan mereka juga memaksa untuk menurunkan berupa bantuan logistik yang dibawa oleh tim relawan kemanusiaan.

Terdengar salah seorang satu dari mereka mengatakan. “Tidak bisa, harus distop di sini. Banyak juga warga korban di sini yang butuh bantuan,” teriak salah seorang tokoh masyarakat dengan bahasa Kaili dengan nada paksa. 

Serka Andi Rifai yang mengawal truk logistik kemanusiaan, juga membenarkan jika rombongannya yang ia koordinir sempat mengalami insiden hadangan oleh sekolompok warga, namun setelah beberapa menit berdialog dan memberikan penjelasan kepada para warga yang menghadang kendaraan bantuan ini dan akhirnya menemukan titik solusinya, serta juga dalam tim ini untuk menuju ke Desa Nagata Baru yang juga didampingi oleh Ketua KNPI Kabupaten Sigi, Andi Rifai berhasil memberikan pemahaman pada warga.

“Kemungkinan mereka sangka bahwa bantuan itu dari pemerintah setempatnya. Sehingganya mereka memaksa agar bantuan dibawa ke Desa Kaili. Tapi setelah lama berdialog untuk berikan pemahaman bahwa bantuan logistik dari masyarakat dan Pemda Kolaka, merekapun langsung memahami dan mempersilahkan kami untuk melanjutkan kembali perjalanan menuju Desa Nagata Baru,” jelas Rifai Anggota Kodim 1412 Kolaka.    

Kontributor : Asri Joni

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here