Beralaskan Baliho, Bapak Dua Orang Anak Tinggal di Gubuk Reyot Selama 8 Tahun

Laporan : Hayun Bensar
Wartawan : Koransultra.com
Kabupaten: Muna, Sulawesi Tenggara

Air mata itu menetes dengan cepat. Tidak instan, air mata itu terus mengalir karena rasa haru. Namanya La Haju, beliau baru saja mendapat bantuan bedah rumah dari pemerintah.

Pria berusia 22 tahun ini merupakan warga asal Desa Matombura, Kecamatan Bone, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, ia tinggal di gubuk reyot selama delapan tahun.

Pria berprofesi sebagai petani ini sudah lama tinggal di gubuk reyot berukuran 4X5 meter. Bersama kedua anaknya, La Haju tetap tegar untuk menghidupi keluarga kecilnya.

Jangankan bercita-cita menjadi orang yang punya rumah layak huni, untuk makan tiga kali sehari saja mungkin sulit bagi La Haju, untuk memenuhi kebutuhan dia, istri dan kedua anaknya.

Baliho, merupakan alas bagi keluarganya untuk melindungi mereka dari kotornya tanah. Begitu miris kehidupan La Haju, namun pria yang masih tergolong mudah itu tetap tegar dalam menjalaninya.

Dihadapan Ridwan Bae, La Haju dan Istrinya menangis haru. Membuat Anggota DPR RI asal Sultra itu juga ikut meneteskan air mata.

Kunjungan Ridwan Bae ke wilayah tersebut, merupakan reses, yang juga sekaligus hadir untuk meresmikan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Muna.

Bersama pemerintah kecamatan, dan desa, Anggota DPR RI ini sekaligus meresmikan rumah milik La Haju yang baru saja di bedah oleh pemerintah, beserta 60 unit rumah lainya di Desa Matobura.

Beralaskan Baliho, Bapak Dua Orang Anak Tinggal di Gubuk Reyot Selama 8 Tahun

“Terimahkasih kepada pemerintah daerah yang telah meberikan batuan bedah rumah, sehinga kami mendapatkan hidup yang layak,” ujar La Haju sembari memeluk Ridwan Bae.

“Allahamdulilah rumah saya sudah jadi. Sekarang sudah tahap finishing, dengan anggaran Rp15 juta,” ujar La Haju, dihadapan Ridwan Bae, Sabtu 8 Desember 2018.

Kata Ridwan Bae, La Haju memang sudah sepantasnya mendapatkan bantuan bedah rumah dari pemerintah.

“Ada gairah hidup masyarakat sendiri dalam artian yang luas dengan memiliki rumah dapat semangat yang lebih baik dalam menata kehudupanya,” kata Ridwan Bae.

Sementara itu Kepala Desa Matombura, Alias mengatakan, pembagunan bedah rumah tersebut, sukses 80 persen sebanyak 60 unit.

“Kami masayarakat Matombura pandai untuk berterimaksih dan bersyukur, terhadap bapak Ridwan Bae, yang memperjuangkan aspirasi di perlemen sana, sehinga anggaran dikucurlan melalui pemerintah daerah,” katanya.

Ia berharap dengan usulan pemerintah, masyarakat yang belum mendapatkan sebanyak 155 unit bantuan BSPS, semoga dapat terakomodir.(**)

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here