Komisioner KPU Kolaka Timur
(Koltim), Kordiv Teknis Penyelenggaraan Pemilu Adly Yusuf Saepi

Tirawuta, Koransultra.com – Meskipun telah ditetapkan di Daftar Calon Tetap (DCT) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Calon legislatif (Caleg) masih bisa dicoret dari DCT, jika Caleg tersebut dalam perjalanan dianggap Tidak Memenuhi Syarat (TMS) oleh KPU.

Komisioner KPU Kolaka Timur
(Koltim), Kordiv Teknis Penyelenggaraan Pemilu Adly Yusuf Saepi mengatakan, Caleg yang lulus CPNS di Koltim bakal dicoret dari DCT karena dianggap TMS.

“Caleg yang lulus CPNS tahun 2018 lalu, kami anggap sudah TMS. Sehingga KPU bakal mencoret nama tersebut. Ini berdasarkan surat KPU nomor 31 tahun 2018,” kata Adly, Sabtu (12/1/2019).

Dalam surat KPU menjelaskan
ada beberapa hal yang dapat dikategorikan caleg TMS diantaranya caleg yang terbukti melakukan perbuatan pidana, diberhentikan atau memundurkan diri dari partai politik serta lolos diajang CPNS.

“Jadi KPU bakal mencoret caleg tersebut. Jika menerima informasi melalui surat resmi dari Partai yang mengusung caleg tersebut. Setelah itu KPU bakal merevisi kembali SK Penetapan DCT sebelumnya,” jelas Adly pada Koransultra.com saat dikonfirmasi lewat akun Whatsapp nya.

Terkait adanya caleg Koltim asal Dapil l yang lolos CPNS, kata Adly pihaknya memberikan ruang pada caleg tersebut untuk memilih salah satunya.

“Saya pikir itu hak asasi dari teman-teman yang lolos CPNS untuk tetap memilih dan punya pilihan, apakah mau lanjut sebagai caleg, atau sebagai PNS,” jelasnya.

Untuk diketahui, salah satu caleg asal Dapil l Kecamatan Tirawuta, Loea dan Lalolae atas nama Jorgi Lasky Paemba lolos CPNS tahun 2018. Untuk itu KPU bakal mencoret nama Jorgi dari DCT.

Kontributor: Dekrit

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here