Komisioner KPU Koltim Adly Yusuf Saepi

Tirawuta, Koransultra.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) akhirnya resmi mencoret dua Calon anggota legislatif (Caleg) dari daftar calon tetap (DCT) Pileg 2019.

Pencoretan secara resmi dilakukan melalui rapat pleno KPU, Senin (14/1/2019). Hasil kajian hukum KPU menyebutkan, kedua caleg tersebut Tidak Memenuhi Syarat (TMS) untuk berkompetisi di Pileg tahun ini.

Kedua Caleg yang dicoret yaitu, Jorgi Aditya Prawira asal dapil 1 partai Nasdem dan Muhammad Iqra Alfa yang juga merupakan Caleg dari dapil 1 asal partai PPP.

Pencoretan keduannya berdasarkan hasil klarifikasi KPU Koltim terhadap kedua pimpinan partai Caleg tersebut, yang dituangkan dalam berita acara.

”Sebelumnya keduanya memang sudah mengundurkan diri dari partainya masing-masing. Sehingga KPU Koltim keluarkan yang bersangkutan dari DCT Pemilu Tahun 2019,” terang Komisioner KPU Koltim Adly Yusuf Saepi, pada Koransultra.com, Rabu (16/1/2019).

Pencoretan kedua nama Caleg tersebut kata Kordiv Teknis Penyelenggaraan Pemilu itu, tertuang dalam SK Perubahan DCT Pemilu Tahun 2019.

Lebih lanjut Adly menjelaskan, jika pencoretan Caleg di DCT sudah sesuai prosedur. ”Ini juga mengacu pada Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Prov dan DPRD Kab/Kota, dan Keputusan KPU Nomor 961/PL.01.4-Kpt/06/KPU/VII/2018 tentang petunjuk teknis perbaikan, penyusunan dan penetapan DCS serta Penyusunan dan penetapan DCT Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kab/Kota bagi Calon anggota DPR, DPRD Prov dan DPRD Kab/Kota,” jelas Direktur LBH GeMPAR SulTra non aktif tersebut.

Sedangkan alasan pencoretan keduanya dikarenakan tidak memenuhi syarat sebagai Caleg.

”Itu berdasarkan Surat KPU Nomor 31/PL.01.4-SD/06/KPU/I/2019 tanggal 09 Januari 2019 perihal Calon Tidak Memenuhi Syarat Pasca Penetapan DCT,” terang mantan Presiden Mahasiswa Universitas Sulawesi Tenggara tersebut.

Untuk diketahui, berdasarkan Surat pimpinan partai politik kepada KPU Koltim, meminta agar Caleg mereka dicoret dari DCT, sehingga KPU menilai keduanya masuk dalam kategori TMS.

Kontributor : Dekrit

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here