Bawaslu Kolaka Ajak Masyarakat Perangi Hoaks, Isu Sara dan Money Politic

Kolaka, koranultra.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum ( Bawaslu ) Kolaka, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memerangi berita hoaks, isu suku, agama, ras, dan agama (SARA), serta praktik politik uang pada pelaksanaan Pemilu 2019.

Komisioner Bawaslu Kolaka Iswanto yang membidangi Kordiv Hukum Penanganan pelanggaran pemilu saat ditemui diruang kerjanya Kamis ( 17/1/19 ) mengatakan jika ditemukan praktik kampanye menggunakan berita hoaks, isu berbau SARA dan menggunakan “money politik” maka Bawaslu akan memproses pelanggaran pemilu tersebut.

“Kalau ada kampanye memanfaatkan berita hoaks, mendiskreditkan, dan memicu isu SARA maupun ujaran kebencian, serta menggunakan politik uang maka kami langsung bertindak, ada sanksi Pidana yang menanti, Namun kami tetap mengedepankan tindakan preventif terlebih dahulu,” katanya.

Menurutnya selain melanggar Aturan perundang – undangan mengenai pemilu, Berita hoask, isu sara dan money politic, tentu hal tersebut akan mencederai martabat dan kwalitas pemilu.

“Silakan memilih calon Presiden dan wakil presiden, legislatif (caleg) maupun lainnya melalui visi dan misi, serta jejak rekam calon itu. Bukan karena iming-iming hadiah berupa uang,” ujarnya.

Selain itu, menurut dia, hal yang perlu diperangi adalah keterlibatan aparatur sipil negara (ASN), Polri maupun TNI, serta keterlibatan perangkat desa mengikuti kampanye sebab hal itu bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017.

Ia berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam pengawasan partisipatif dan melaporkan jika melihat atau mengetahui terjadinya dugaan pelanggaran Pemilu 2019.

“Peran aktif seluruh elemen masyarakat itu penting karena kami menyadari jumlah pengawas pengawas pemilu masih sangat kurang untuk membackup seluruh tempat pemilihan suara (TPS). Oleh karena, kami perlu mengajak masyarakat terlibat untuk mengawasi pelaksanaan Pemilu 2019,” tuturnya.

Kontributor: Andi Hendra

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here