RSBG Kolaka

Kolaka, Koransultra.com – Sejumlah keluarga pasien geram adanya aturan semena-mena yang diterapkan Rumah Sakit Benyamin Guluh (RSBG) Kolaka.

Pasalnya, ada aturan dibuat RSBG tanpa ada sosialisasi sebelumnya terhadap masyarakat.

Semisalnya, keluarga pasien yang dirawat di RSBG tidak diberikan kartu besuk sebagai keluarga pasien yang sementara dalam perawatan medis.

Sehingga saat hendak keluar RSBG dapat kembali lagi masuk untuk menemani keluarga mereka.

Salah seorang keluarga pasien mengeluh, karena tidak diijinkan masuk oleh petugas security, karena tidak dapat memperlihatkan kartu besuk pasien.

“Saya diminta memperlihatkan kartu. Saya tidak punya kartu, karena pertama saya rawat cucu ke rumah sakit ini pihak rumah sakit sebelumnya tidak pernah menjelaskan tentang aturan rumah sakit,” ujar salah seorang keluarga pasien yang ditemui dalam keadaan kecewa di halaman parkir RSBG Kolaka, Kamis (01/08/2019).

Dikatakannya, Ia sama sekali tidak diberikan kartu besuk. Ironisnya, security meminta dia untuk menunjukkan kartu besuk, agar dapat masuk ke RSBG.

“Saya tidak pernah diberikan kartu. Kok ini malah dimintai kartu. Ini sangat meresahkan, ditambah jam besuk selalu berubah-ubah. Pada Rabu malam pukul 22:30 orang masih keluar masuk, namun Kamis malam pukul 20:30 keluarga dilarang lagi membesuk pasien. Kecuali penjaga pasien aturan di RSBG ini tidak jelas,” terangnya pada Koransultra.com.

Diketahui, pihak RSBG Kolaka membuat aturan yaitu, keluarga yang diperbolehkan untuk menjaga pasien hanya dua orang saja. Dan penjaga pasien harus memiliki kartu.

Kartu penjaga pasien dibandrol Rp20 ribu perlembar.

“Aturan tersebut dibuat semena-mena pihak RSBG tanpa melakukan sosialisasi sebelumnya. Kasian kalau keluarga pasien yang berasal dari jauh dan tidak mengetahui aturan tersebut tiba-tiba dilarang masuk oleh security,” keluh nya.

Menyikapi informasi tersebut Ketua LSM
Wahana Rakyat Indonesia (WRI) Amir, meminta Pemda Kolaka untuk melakukan evaluasi terhadap aturan yang dibuat oleh RSBG.

Ditekankan Amir, aturan yang diterapkan RSBG Kolaka harus berdasar. Kemudian aturan tersebut terlebih dahulu disosialisasikan pada masyarakat.

“Jika aturan dibuat harus dikaji dan ditelaah agar tidak memicu terjadinya kegaduan kepada keluarga pasien. Misalnya, pengambilan denda kepada pasien sebesar Rp20 ribu jika menghilangkan kartu itu uangnya masuk kemana. Sedangkan pembuatan kartu tersebut tidak mungkin memakan anggaran hingga Rp20 ribu. Untuk itu Pemkab dan DPRD Kolaka perlu menyikapi keluhan yang dirasaan keluarga pasien,” jelas Amir

Sementara itu, Kepala bagaian tata usaha RSBG Kolaka, Buhari mengatakan, bahwa aturan tersebut dibuat agar semua bisa tertib demi kenyamanan pasien.

“Biar kondisi rumah sakit bisa tertib. Sehingga ada aturan yang dapat memberikan pembatasan bagi pengunjung. Sebab, pasien juga perlu istirahat agar cepat sembuh dari penyakitnya,” jawab Buhari.

Mengenai aturan yang dibuat terkait jam besuk dan aruran lainya kata dia, memang tidak di sosialisasikan secara menyeluruh. Namun tetap ada kebijakan dari pihak rumah sakit bagi keluarga pasien yang tempat tinggalnya jauh.

Sedangkan kartu penjaga pasien kata Buhari wajib dimiliki oleh keluarga pasien. Agar saat keluar belanja atau yang lainnya dapat masuk kembali meskipun bukan jam besuk lagi. Sementara ketika keluarga pasien menghilangkan kartu penjagaan, akan dikenakan denda sebesar Rp20 ribu untuk penggantian pembuatan kartu.

Lebih lanjut Buhari, mengenai jadwal besuk, memang ada perubahan yang tadinya jam besuk pukul 10:00 s/12:00 wita pagi dan sore pukul 16:00 s/d 20:00 wita malam. Aturan ini berlaku untuk seluruh lapisan masyarakat mulai dari masyarakat kecil, menegah, Baik dari PNS, Birokrasi/pejabat, TNI dan Polri.

“Saya yakin birokrasi Kolaka, TNI, Polri, Mahasiswa, atau pengusaha besar yang ada di Kolaka, paham dengan aturan yang ada yang dapat memberikan contoh kepada masayarakat lainnya,” tungkasnya.

Kontributor: Andi Hendra

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here