Ilustrasi

Lasusua, Koransultra.com – PT Kurnia Mining Resources diduga Melakukan penggalian dan pengangkutan Ore Nikel secara ilegal di Desa Mosiku, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Anehnya, aksi perusahaan tersebut dilakukan pada malam hari.

Kenapa bukan siang? Informasi yang dihimpun, ternyata pelabuhan (jety) yang digunakan oleh Pt Kurnia diduga belum memiliki dokumen lengkap. Selain itu, dalam melakukan aktifitasnya, PT Kurnia juga diduga memuat dan menjual ore nikel di wilayah yang bukan titik koordinat berdasarkan SK IUP yang dimilikinya.

Hal tersebut membuat perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan itu terkesan melakukan aktifitas secara sembunyi-sembunyi untuk mengelabui warga.

“Biasa kalau malam itu ada suara kendaraan lewat-lewat didengar sampai ke kampung (pemukiman). Kalau siang tidak ada, sepi,” kata salah satu warga setempat, Muhlis, belum lama ini.

Menurut Muhlis, PT Kurnia terkadang melakukan aktifitas dalam keadaan sepi.

Saat itu kata Muhlis, beberapa kendaraan Dum Truk dan alat berat lainnya menyingkir dari lokasi ketika jam kerja diistirahatkan.

Muhlis juga menyebut jika seminggu yang lalu, ada tongkang milik PT Kurnia yang berangkat.

“Infonya milik salah satu pengusaha. Kalau tidak salah namanya “Andre”, ujar Muhlis.

Sementara, Kepala Wilayah Kerja (Walker) Pelabuhan Tobaku, Ikbar saat dikonfirmasi oleh media mengaku jika dokumen sah yang dikeluarkan untuk berlabuh hanya dua perusahaan yakni PT Kurnia dan PT Kasmar Tiar Raya.

“Satu Tongkang sudah penuh hanya belum berangkat karena terkendala pembayaran antara pihak perusahaan dengan milik lahan,” kata Irbar.

Namun, saat ditanya ada berapa perusahaan yang melakukan aktifitas, Irbar enggan menyebutkan dan terkesan menyembunyikan salah satu perusahaan tersebut.

Kontributor : Fyan

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here