Kadis Koperasi dan UKM Kota Baubau, H Yakub

Baubau, Koransultra.com – Siapa yang tidak kenal ‘Daun Kelor’. Sejak dahulu kala masyarakat lokal mengenal Daun Kelor hanya sebatas dihidangkan sebagai sayur bening pelengkap menu makanan.

Tapi tidak kali ini, pasalnya Dinas Koperasi dan UMKM Kota Baubau akan hadirkan penganan ‘Kerupuk’ berbahan baku ‘Daun Kelor’ di Pameran Hari Pangan Sedunia (HPS) ke – 39 yang akan dipusatkan di Lapangan Eks MTQ Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) pada tanggal 2 – 6 Juni 2019 nanti.

Kepada Wartawan, Kadis Koperasi dan UKM Kota Baubau, H Yakub, menuturkan,
“Kita sudah siapkan 10 jenis bahan pajangan saat pameran HPS nanti, yang terdiri dari souvenir dan makanan khas Baubau,”.

Untuk makanan kuliner, tambahnya, “Ya salah satunya kita juga pamerkan kerupuk yang dioalah dari bahan baku daun kelor,”.

Sementara bahan pameran lainnya, juga sudah dipersiapkan, kata Kadis, seperti Sarung Tenun Buton tampil dengan warna alami, Kampurui, Brose dari Kerang, Mutiara. Dan penganan kulinernya, juga ditampilkan keripik berbahan baku makanan dari agar-agar (rumput laut), ikan kaholeo.

Seperti yang dikutip dari Media Inilahsultra.com bahwa rencananya kegiatan itu akan di hadir dari pihak Kementerian, Gubernur, Bupati dan Walikota se – Indonesia, serta para petani lokal. Sehingga ditotalkan seluruh undangan mencapai 5000 undangan.

Istimewanya, seluruh produk yang akan tampil di pameran HPS nanti, merupakan hasil produksi UKM yang ada di Kota Baubau. Di modifikasi dan di kreasi dengan memperhatikan mutu dan kualitas.

“Jadi, tidak ada yang direkayasa, seperti mau ambil dari daerah lain, itu tidak. Sehingga tujuan kami, produk-produk kita ini bisa menjadi ikon, bahwa masyarakat pelaku UKM kita ini, benar-benar sudah profesional untuk memproduksi dan diterima oleh masyarakat luas,” Ungkapnya.

Hal itu pun menjadi fokus Kepala Dinas Koperasi, tidak lain demi kemajuan masyarakat UKM di Baubau. Besar harapannya, salah satunya ekonomi UKM Baubau dapat lebih maju dan berkembang.

Tak sungkan, kadis pun menitip pesan kepada setiap pelaku UKM; Pertama, agar mutu produksi tetap dipertahankan; Kedua kembangkan inovasi dan jangan monoton, dengan inovasi bisa lebih besar menarik para konsumen; Ketiga, pentingnya teknik pengemasan, karena segi pengemasan sangat menentukan, agar setiap produk bisa awet dalam waktu tertentu, sehingga sampai ditangan konsumen tetap higienis.

“Alhamdulillah, saat ini produk UKM kita juga sudah dapat pengakuan/rekomendasi, berupa ijin dari BPOM. Sementara untuk halal tidaknya, kita harapkan kedepan semua produk UKM telah penuhi syarat secara keseluruhan, baik dari segi mutu, pengemasan dan sebagainya,” Pungkasnya.

Kontributor: Atul Wolio

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here