Kantor Desa Napoha, Kecamatan Latoma. Foto: Nasruddin/Koransultra.com

Unaaha, Koransultra.com – Warga Desa Napoha, Kecamatan Latoma, Kabupaten Konawe meminta pemerintah daerah untuk segera memperbaiki jalan rusak di wilayah tersebut.

Pasalnya, warga di wilayah tersebut harus rela menyantap debuh ketika dimusim kemarau. Sedangkan saat musim penghujan, jalur ditempat itu berlumpur semisal kubangan kerbau.

Jarak yang harus ditempuh untuk tiba ke desa Napoha berkisar 130 kilometer dari Ibukota Konawe.

Pantauan Koransultra.com, desa yang terletak diujung Ibukota tersebut, sebelumnya berstatus kawasan hutan lindung. Namun belakangan Desa Napoha diturunkan statusnya seluas 25 Ha.

Desa Napoha dimekarkan pemerintah sejak 2011 silam. Saat ini wilayah tersebut didiami 27 kepala keluarga.

Adapun mata pencaharian masyarakat di wilayah tersebut yaitu pencari rotan dan madu.

“Desa Napoha dulunya masuk dalam kawasan hutan lindung, namun beberapa bulan ini status hutan lindung tersebut sudah diturunkan sepanjang 25 ha,” kata salah seorang warga Napoha, Andi Samsul, pada Koransultra.com.

Dikatakan Andi, kendati Desa Napoha dimekarkan sejak tahun 2011, namun pemerintah baru mengucurkan anggaran dana desa selama dua kali, yaitu pada tahun 2017 dan 2018.

“Adanya dana desa tersebut masyarakat Napoha kini merasa terbantukan. Masyarakat kini bisa menikmati air bersih, cahaya listrik lewat listrik tenaga surya, dan posyandu,” katanya.

Selain infrastruktur jalan, sarana pendidikan juga menjadi harapan warga di wilayah tersebut.

“Kami harapkan pemerintah daerah memperhatikan keluhan kami, mulai dari jalan menuju desa serta pembangunan gedung sekolah agar anak-anak kami tidak harus sekolah diluar,” harapnya.

Kontributor: Nasruddin

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here