
Baubau, Koransultra.com – Terbongkarnya bermacam masalah di internal Badan Layanan Umum Rumah Sakit Umum Daerah (BLU-RSUD) Kota Baubau. Sekretaris Daerah (Sekda) Dr Roni Muhtar MPd turun langsung dilokasi dan langsung gelar Rapat Dengar Pendapat (hearing, red) bersama puluhan Dokter dan Pegawai di Aula RS Palagimata, pada Senin (2/12).
Mencuat nya masalah ini, karena sebelumnya seluruh elemen di RS, mulai dari Komite Medis, Komite Perawatan, Pegawai, lakukan konferensi pers dan layangkan MOSI TIDAK PERCAYA kepada Direktur BLUD RSUD dr Nuraeni Djawa dibeberapa waktu lalu karena telah tidak menjalankan manajemen dengan benar. Kemudian, meminta Wali Kota Baubau Dr H As Tamrin MH agar segera mencopot dan mengganti dengan Direktur yang baru.
Hasil hearing, Sekda mengatakan, bahwa dirinya akan melaporkan langsung kepada Wali Kota, dengan tujuan agar dapat dibentuk Tim Investigasi Independen, guna menyelidiki dan menyikapi segala permasalahan yang ada di RS Palagimata.
“Harus ada Sistem Keseimbangan, sehingga yang belum seimbang, kita seimbangkan. Kita lakukan sesuai Tupoksi kita,” Kata Sekda dihadapan puluhan Dokter dan Pegawai RS Palagimata.
Lanjut Sekda, “Saya akan sampaikan kepada Wali Kota, pastinya akan di bentuk Tim Investigasi yang akan dibuat oleh Wali Kota, sehingga manajemen RS Palagimata kembali stabil,”.

Sementara Kata Dokter Lukman saat wawancara, Walaupun persoalan ini telah diikuti langsung oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI), tetapi gerakan timbul ini semua elemen di RS.
Menanggapi hasil hearing ini serta disandingkan atas lahirnya Mosi Tidak Percaya kepada Direktur BLUD RSUD, dr Lukman berpendapat , bahwa hearing tersebut, sedikit saja yang bisa diharapkan.
Hasil Informasi yang berhasil dihimpun wartawan, selain akses pelayanan RS Palagimata menurun drastis, serta terungkapnya beberapa manajemen yang bermasalah, bahkan dapat berefek pada seluruh pelayanan mengalami kelumpuhan
Saking banyaknya masalah, salah seorang Dokter RS tak segan sebutkan beberapa diantaranya, pengadaan alat yang berlebihan dan kurang difungsikan, pengelolaan anggaran belanja BLUD yang tidak transparan, pasalnya pihak Dokter tidak pernah dikonfirmasi terkait pengadaan alat kesehatan (Alkes) yang tepat untuk dibutuhkan.
“Saat ini banyak alat belum difungsikan, tetapi terus diadakan kembali alat yang, jadi seolah dipaksakan,” Kata dr Afat saat Hearing bersama Sekda.
Kata salah seorang Dokter, ia mengandaikan, jika tidak segera diperbaiki, BLUD RSUD ini ibarat sebuah Kapal yang sudah memiliki banyak celah lubang, sehingga hanya menunggu waktu untuk tenggelam.
Dihadapan Kepala Inspektorat, Roni Muhtar kembali tegaskan, agar Inspektorat segara lakukan tindakan untuk turun meninjau, hasilnya menjadi bagian dari rekomendasi kepada Wali Kota. Usai Sekda, Kepala Inspektorat juga menjawab, bahwa pihaknya segera melakukan peninjauan dan pengamatan.
Mis manajemen RS ini, kata Kepala Inspektorat, nanti akan diperbaiki, sembari menunggu Tim yang akan dibentuk oleh Wali Kota.
“Ini soal manajemen, jadi kita tidak akan berpatokan pada Mosi Tidak Percaya dengan waktu 3 x 24 jam,” Tegas Kepala Inspektorat saat hearing.
Dipenghujung rapat, para Dokter. kembali mewanti-wanti, agar surat rekomendasi yang nanti akan dikeluarkan, tidak lewat dari tanggal 18 November 2019. Pasalnya, bila lewat tempo secara otomatis seluruh pihak yang bekerja sama dengan pihak BLUD RSUD akan menghentikan kerja samanya. Khususnya pihak BPJS, yang merupakan salah satu sumber utama penghasilan besar RS.
Hearing ini juga dihadiri langsung Asisten I Drs Rahmat Tuta, serta rombongan Pejabat Sekretariat Pemkot Baubau, Direktur BLUD RSUD, dan seluruh Dokter dan Pegawai RS Palagimata.
“Ini segera di solusikan, setelah sampai laporan ke Wali Kota atas hasil hearing ini, pastinya akan ada Tim dan tidak berpihak pada siapapun, kita kedepan kan kepentingan masyarakat,” Tegas Sekda sebelum memasuki Mobil Dinasnya.
Kontributor: Atul Wolio




