Tiga Terdakwa Dugaan Pemerasan SPBU Kolut Kembali Jalani Sidang

Lasusua, Koransultra.com – Tiga terdakwa kasus dugaan pemerasaan yakni Musakkir alias Aki, Sukirman alias Uci dan Adi Darsan, terhadap salah satu Manager SPBU di Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Lasusua, Kamis (12/12/2019).

Agenda sidang kali ini mendengarkan keterangan saksi ahli hukum pidana, Irwansyah.

Dalam keterangannya diacara sidang, Irwansyah mengatakan, dalam kasus tersebut perlu ada pembuktian terlebih dahulu dalam aspek tindak pidana pemerasan. Apakah mereka punya tujuan sebelumnya yang dikehendaki atau tidak.

“Saya belum melihat kepada terdakwa secara subyek adanya maksud untuk menguntungkan diri sendiri,” ungkap Irwansyah.

Menurut Irwansyah, semua unsur harus terpenuhi. Jika tidak, maka kasus tersebut tidak bisa dikatakan tindak pidana pemerasan.

“Dalam proses pembuktian masing2 memiliki beban pembuktian. Hakim memiliki beban pembuktian, jaksa memiliki beban pembuktian serta kuasa hukum juga memiliki beban pembuktian,” jelas Irwansyah.

“Maka hakim mempunyai penilain dan kapasitas untuk memberikan putusan. Artinya, beban pembuktiannya mengarah pertimbangan dalam hal memberikan putusan,” sambung Irwansyah.

Lanjut Irwansyah menjelaskan, ada beberapa aspek hukum yang harus diperhatikan dalam kasus tindak pidana. Suatu perbuatan menurutnya dianggap telah melanggar hukum dan dapat dikenakan sanksi pidana apabila memenuhi dua unsur, yaitu adanya unsur actus reus (physical element) dan unsur mens rea (niat).

Unsur actus reus lanjut dia, adalah esensi dari kejahatan itu sendiri atau perbuatan yang dilakukan. Sedangkan unsur mens rea adalah niat pelaku pada saat melakukan perbuatan.

“Saya melihat dalam proses persidangan tadi tidak keluar teknik prosedur dalam hukum acara kita atau hukum acara formil. Menurut Undang-undang nomor 8 tahun 1981 pada dasarnya pasal 183 itu adalah kunci proses pembuktian,” terang Irwansyah.

“Kita bicara pembuktian hukum dalam memberikan putusan dalam membentuk keyakinannya dan inilah proses pembuktian yang seadil adilnya,” tambah Irwansyah.

Irwansyah berharap dalam kasus seperti ini ada asas yang berkembang hukum pidana.

Kontributor: Fyan

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here