Kolaka, Koransultra.com – Pelaksanaan Tes SKD Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini mengalami penurunan ambang batas nilai di banding tahun sebelumnya (2018).

“Untuk sekarang ini memang mengalami penurunan, perubahan Passing Grade adanya perubahan regulasi dari Peraturan Menteri PANRB No.37/2018 menjadi Peraturan Menteri PANRB No. 24/2019 tentang nilai ambang batas SKD Pengadaan CPNS 2019,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kolaka, Andi Tendri Gau saat ditemui diruang kerjanya, senin (27/1/20).

Sebelumnya nila ambang batas SKD CPNS 2018, yakni sebesar 143 untuk Tes Karakteristik Pribadi (TKP), 80 untuk Tes Intelegensia Umum (TIU), dan 75 untuk Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Namun untuk tahun ini, nilai ambang batas Passing grade menjadi 126 untuk Tes Karakteristik Pribadi (TKP), 80 untuk Tes Intelegensi Umum (TIU), dan 65 untuk Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), secara akumulasi nilainya sebesar 271.

Lanjutnya, meskipun peserta tes CPNS mendapat nilai 271, akan tetapi ada salah satu diantara passing grade ada yang rendah, antara, TKP, TIU maupun TKW, otomatis belum dianggap mencapai ambang batas nilai.

“Semua harus mencapai ambang batas nilai yang sudah di tentukan, kecuali jika pada suatu bidang formasi kuota pendaftarnya kurang yang lolos, misalnya, guru bahasa indonesia, dibutuhkan 4, akan tetapai yg lolos SKD hanya 2, maka itu akan dilakukan perengkingan untuk dapat mencukupi kuota tersebut,” jelas Andi Tendri.

Lebih lanjut, kelompok soal tes yang akan diujikan berbeda-beda, yakni TWK diujikan kepada peserta CPNS untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, dan Bahasa Indonesia. Sedangkan, TIU sebagai cara menilai tiga kemampuan peserta, yaitu kemampuan verbal, kemampuan numerik, dan kemampuan figural, Kemampuan verbal meliputi analogi, silogisme, dan analitis.

Sementara, kemampuan numerik berhubungan dengan berhitung, deret angka, perbandingan kuantitatif, dan soal cerita. Kemampuan figural mengukur kemampuan individu dalam bernalar melalui perbandingan dua gambar, perbedaan beberapa gambar, dan pola hubungan dalam bentuk gambar.

Untuk TKP diujikan untuk menilai perilaku terkait pelayanan publik, jejaring kerja, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi, serta profesionalisme.

Dijelaskan dalam Permenpan RB Nomor 24 Tahun 2019, penilaian materi soal TIU dan TWK dilihat dari benar dan salah. Jika peserta menjawab dengan benar, maka mendapatkan nilai 5 (lima) dan jika salah atau tidak menjawab, nilainya 0 (nol).

Penilaian untuk materi soal TKP, jika menjawab nilai terendahnya 1-5 (satu hingga lima), dan tidak menjawab nilainya 0 (nol).

Kontributor : Andi Hendra

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here