Unaaha, KoranSultra.Com – Melalui rilis yang diumumkan Kementerian Kesehatan RI, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara termasuk wilayah yang beresiko terpapar virus Corona.

Pasalnya, di Kabupaten Konawe,terdapat industri tambang Morosi yang sebagian pekerjanya berasal dari negeri tiogkok.

Guna mengantisipasi penyebaran virus tersebut,Pemda Konawe menggelar rapat koordinas terkait penyebaran virus yang mematikan tersebut,yang dipimpin langsung oleh Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa,Senin (27/1/2020) bertempat di ruang kerja Bupati Konawe.

Hadir Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara, S.T., M.M., Ketua DPRD Konawe Dr. H. Ardin, Ketua PN Unaaha, Febrian Ali, S.H., M.H., Perwira Penghubung Kodim 1417 Kendari, Mayor Inf. Petrus Hehakaya, Kabag Sumda Polres Konawe, Kompol Ambo Tuwo, Ketua Pengadilan Agama Unaaha, serta kepala SKPD Lingkup Pemda Konawe.

“Kita sudah rapatkan Forkopimda bahwa sesuai dengan Perda yang ada juga dan tadi malam juga saya sudah laaporkan kepada pak Gubernur,” kata Kery sapaan akrab Bupati Konawe saat ditemui usai memimpin rapat koordinasi.

Menurut mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe ini, potensi penularan virus Corona melalui udara itu dikatakan aman. Tetapi kata dia, Pemda Konawe juga harus mencegah penularannya melalui jalur laut menuju mega industri di Morosi.

Perlu kita ketahui bahwasanya di Morosi itu bukan saja dari udara, tetapi TKA juga masuk dari jalur laut.

Kondisi itu lanjut Kery dimungkin terjadi. Menurutnya bisa saja banyak Tenaga Kerja Asing (TK) ilegal itu memanfaatkan jalur laut bukan lewat udara.

” Sesuai data dari Nakertrans, TKA di Morosi itu sudah 744. Tapi menurut saya bukan hanya itu, sudah ribuan yang ada di sana,” jelasnya.

Terkait adanya informasi yang beredar bahwa di Morosi sudah ada TKA yang terindikasi mengidap virus mematikan itu, bupati dua periode ini belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Kemarin saya sudah dapat informasi katanya sudah ada gejala-gejala. Kan virusnya itu melalui orang Cina, jadi kita tetap antisipasi itu. Saya sudah perintahkan Dinkes, Rumah Sakit, Sat Pol PP, TNI- POLRI juga ikut mem-back up dua puskesmas di sana yaitu Morosi dan Bondoala,” terangnya.

Kery menuturkan bahwa selain melakukan koordinasi dengan Forkopimda Konawe bersama instansi terkait, orang nomor satu di Negeri Para Leluhur ini juga menyebut bahwa dirinya telah berbicara secara langsung dengan kepala Rumah Sakit Provinsi Sulawesi Tenggara terkait penanganan Virus Corona tersebut.

“Saya sudah berbicara dengan kepala rumah sakit provinsi dan dia sudah siapkan karantinanya. Sehingga kalau ada TKA terinveksi saya tidak mau dibawa di sini (Konawe-red) tapi langsung dibawa ke Kendari karena virus ini sangat meng- khawatirkan,”ungkap Kery

Menurut Bupati, di mega industri Morosi itu bukan hanya warga Konawe yang ada, tetapi tenaga kerja dari 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara ada di sana. Sehingga langkah antisipasi harus segera dilakukan hingga penundaan kedatangan TKA ke Sulawesi Tenggara.

“Menurut saya, mau dia sehat atau tidak sehat jangan dulu kita izinkan mereka masuk. Ok, sekarang katanya pemerintah sudah ketat di bandara, tetapi dia mengerti kita punya pelabuhan dan itu banyak tenaga kerja bukannlewat bandara lagi tapi di pelabuhan ini. Saya melihat gejala ini,”jelasnya.

Meski sudah melakukan upaya maksimal untuk mencegah penularan virus Corona kepada tenaga kerja lokal di Morosi, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa mengaku masih kesulitan untuk mendeteksi kondisi kesehatan semua TKA di Morosi. Dikatakan, alat pendeteksi suhu badan di Konawe belum ada, sehingga harus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi.

“Alat tembak untuk mengukur itu belum ada. Inilah sebentar saya mau bicara dengan pak gubernur kalau bisa tiap kabupaten dikasih itu alat pengukur suhu itu. Kalau kitabmau pakai yang dijepit di keteak itu, berapa ribu yang harus kita siapkan,” katanya.

Sebelum mengakhiri wawancara dengan sejumlah awak media, Kery kembali menegaskan bahwa potensi penularan penyakit dari negeri Tirai Bambu itu melalui Virus Corona di wilayah Kabupaten Konawe khusunya di mega industri Morosi itu dimungkinkan. Karena kata Bupati, jalur yang digunakan TKA bukan saja melalui udara tetapi juga jalur laut.

“Potensi itu ada, kan ada bongkar muat kapal di sana. Itulah tadi saya sampaikan Forkopimda, saya kasih pinjam kalian kapal, coba liat-liat sore. Karena di Morosi itu ada tujuh ratusan kapal tongkang yang operasi di sana,” ungkap mantan Ketua DPD PAN Konawe ini.

Ditempat terpisah,Kepala dinas kesehatan (Dinkes) Kabupaten Konawe, Dr. Mawar taligana mengatakan akan segera menindak lanjuti hasil rapat koordinasi tersebut.
Pihak Dinkes segera turun kelapangan dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus corona.

“hari ini kami akan turun ke Morosi,untuk mengecek dan menindaklanjuti hasil rapat tadi.” ungkapnya.

Dirinya mengakui sepanjang ini pihaknya belum menerima laporan terkait warga yang teridentifikasi virus corona.

“sejauh pihak rumah sakit dan puskesmas yang terdapat dikabupaten Konawe belum melaporkan adanya warga yang teridentifikasi terkena virus mematikan tersebut.” ungkapnya.

Dirinya mengimbau seluruh masyarakat Konawe untuk menjaga pola hidup sehat agar tidak mudah terpapar virus seperti Virus Corona yang sangat mematikan itu. Kepada Dinas Kesehatan, Rumah Sakit dan Instansi terkait lainnya diminta untuk terlibat langsung melakukan langkah-langkah pencegahan.

Kontributor: Nas

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here