Kolaka, Koransultra.com – Puluhan Mahasiswa yang mengatasnamakan diri Mahasiswa Pemerhati Tambang (MPT), menggelar aksi unjuk rasa di pelataran Kantor Syahbandar Kelas lll Kolaka, senin (3/2/20).

Mereka meminta aktivitas pemuatan ore nikel di pelabuhan PT.Kurnia segera dihentikan, pasalnya di duga belum memiliki izin tersus.

Alim selaku jendral lapangan dalam orasinya, juga meminta dan mendesak Kementerian Perhubungan RI, dan Kepala Otoritas Syahbandar Kelas ll Kendari serta Kepala Otoritas syahbandar Kelas lll Kolaka, untuk segera mencopok Ikbal selaku Kepala UPTD Syahbandar Tobaku.

“Kami minta Kepala Syahbandar Kolaka untuk memberikan penjelasan terkait legalitas izin tersus yang dimiliki PT. Kurnia di Kolaka Utara, serta mencopok Ikbal selaku UPTD Syabandar Tobaku,”teriaknya.

Mahasiswa juga memberi apresiasi kepada pihak Syahbandar Kolaka, yang dinilai telah memberi respon positif terhada tuntutan mahasiswa.

Pendemo juga mendesak jajaran Polda Sultra untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku kejahatan yang diduga melakukan penambangan tanpa izin di Kecamatan batuh putih, serta menangkapa oknum syahbandar yang diduga menerima suap dari penerbit dokumen SPOG.

“Aksi akan kami lanjutkan di Mapolda Sultra, Kantor Gubernur Sultra, Kantor SDEM Provinsi, Dinas Perhubungan, dan Kantor Syabandar Kendari,” tegas Alim.

Sementara itu, Pihak Syabandar Hafaruddin yang sempat menemui pendemo, mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi kepada pimpinan yang lagi di luar kota, dan akan kembali melakukan pertemuan dengan mahasiswa.

“Pimpinan tidak ada di tempat, lagi dinas luar, kami akan transfaran terkait permintaan adik-adik mahasiswa mengenai izin dokumen tersus yang ada di Kolaka Utar,” tutupnya.

Kontributor : Andi Hendra

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here