Wisuda Ke-VIII yang dilaksanakan di gedung Galampano kantolalo, dihadiri Wakil Bupati Muna, Ir. H. Abdul Malik Ditu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sulawesi, Muhammad Amir, Kadis Kesehatan, La Ode Rimbasua, Ketua Yayasan Pendidikan Sowite, La Ode Mulisi. Senin 17 Februari 2020.

Raha, Koransultra.com – Akademi Kebidanan Paramata (Akbid) Raha Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, gelar wisuda angkatan VIII di Gedung Galampano Kantolalo, Senin 17 Februari 2020.

Akbid mencetak 36 diploma III tenaga profesional kebidanan akademik 2018-2019 dengan luluskan terbaik diantaranya IPK tertinggi, Evi Sapatrin Haris IPK 3.73, Wa Ode Siti Nurwin IPK 3.72 dan Nurhayani IPK 3.71.

Wakil Bupati Muna, Ir. H. Abdul Malik Ditu dalam sambutannya, bidan harus memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat secara profesional.

“Jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Muna mengalami peningkatan setiap tahun, pemerintah berupaya membuka ruang lapang kerja untuk memberdayakan tenaga bidan,” ucap wakil bupati dua periode ini.

La Ode Rimabasua Kepala Dinas Kesehatan, pihaknya, pada tahun sebelumnya angka segnifikan kematian 7 ibu hamil dan 52 anak bay. Diharapkan para bidan tidak ada lagi persalinan yang dilakukan dirumah warga, harus rujuk Puskesmas atau Rumah Sakit.

Dia menjelaskan syarat untuk mendapatkan Surat Izin Kerja Bidan (SIKB) dan Surat Izin Praktek Bidan (SIPB) adalah Surat Tanda Registrasi (STR). Sedangkan syarat untuk mendapatkan STR adalah sumpah atau janji bidan dan uji kompetensi. 

Menyebut, salah satu materi yang diujikan pada uji kompetensi adalah tes ketrampilan bidan dalam memberikan pelayanan pada ibu hamil persalinan dan nifas. 

“Jadi tenaga kesehatan belum kompoten, harus mengikuti tahapan kompetensi. Saat ini jumlah 1700 tenaga honorer daerah, kami menerima dan tetap merekrut, ini menjadi tanggung jawab pemerintah,” ujar.

Sementara itu, Direktur Akbid, Rosminah Mansyarif mengatakan, diharapkan para alumni, dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan yang bermutu membutuhkan tenaga kesehatan yang memadai, profesional dan keterampilan sebab tenaga kesehatan sebagai ujung tombak dalam pemberian keselamatan bagi ibu dan anak baik secara individu, keluarga maupun kelompok.

“Bidan dituntut memberikan pelayanan yang bermutu, sehingga angka kematian ibu mengalami penurunan maupun kematian bayi,” cetusnya.

Kontributor: Bensar

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here