Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga, ST. MM saat melakukan foto bersama, usai penerimaan SAKIP Award tahun 2019 dengan predikat B. (Foto: Kominfo Konsel/Kasran, Koransultra.Com).

Yogyakarta, Koransultra.Com– Sejak terbentuknya 16 tahun silam, Pemda Konsel telah banyak memberikan kemajuan diberbagai sektor. Salah satunya dalam hal reformasi birokrasi dan kebijakan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

Genap 4 (empat) tahun kepemimpinan Bupati Konsel, H Surunuddin Dangga, ST MM, dan Wkilnya Dr. H. Arsalim Arifin, SE. M.Si, tahun ini Pemda Konsel masih konsisten dalam mempertahankan predikat B SAKIP yang diterima dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Tjahjo Kumolo saat penganugerahaan SAKIP Award 2019 Indonesi Wilayah III di Hotel Tentrem Yogyakarta, Senin (24/2/2020).

Menpan-RB, Tjahjo Kumolo, mengatakan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas SDM berbasis kinerja merupakan visi misi dan skala prioritas Presiden RI, Joko Widodo-Ma’ruf Amin lima tahun kedepan.

Tjahjo juga mengatakan bahwa tata kelola pemerintahan dibutuhkan efisiensi yang sistematis. Efisiensi tidak cukup dengan memangkas anggaran Reformasi birokrasi tidak semata mata menyederhanakan birokrasi. Eselon I dan II tiga empat lima dijadikan jabatan fungsional. Tetapi tidak semua ada hal-hal yang tidak perlu difungsionalkan.

Terpenting ialah, lanjutnya dia, pelayanan masyarakat bisa dilaksanakan oleh Pemda dengan berbagai inovasi dan percepatan proses perizinan.

“Reformasi birokrasi dimaksudkan untuk membangun ASN yang profesional, memberi pelayanan, mampu menggerakkan dan mengorganisir masyarakat dan mempercepat proses administrasi mislakan perizinan,” katanya saat memberikan sambutan.

Tjahjo menekankan, ASN harus profesional dalam melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik. Sehingga memiliki progres evaluasi yang dapat optimal dan memiliki output yang baik.

Disamping itu, Tjahjo mengungkapkan SAKIP adalah sesuatu yang paling utama menyangkut prinsip akuntabilitas yang berorientasi pada hasil.

Olehnya itu, lanjut Tjahjo, kinerja aparatur perlu dioptimalkan terhadap sasaran strategis, berorientasi pada hasil, keberhasilan terukur, program kegiatan berdampak langsung pada pencapain sasaran dan pembangunan termaksud rincian kegiatan yang masuk dalam maksud kegiatan.

“Inilah merupakan salah satu poin dalam evaluasi kinerja OPD,” terangnya.

Dihadapan para gubernur, walikota dan bupati Indonesia wilayah III, Tjahjo menekankan agar pimpinan daerah dapat melakukan evaluasi OPD sampai pada tingkatan camat dan kelurahan secara rutin dalam hal kinerja aparaturnya.

“Kalau tidak bisa mengedepankan apa yang menjadi program strategis pusat dan skala prioritas gubernur dan bupati yah ganti saja. Tiap bulan ganti OPD gak ada masalah,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Konsel H. Surunuddin Dangga merasa bersyukur atas capaian dan konsistensi pemerintah daerah dalam mempertahankan predikat B SAKIP selama tiga tahun berturut-turut dimasa kepemimpinannya.

Surunuddin, berharap pencapaian itu akan terus ditingkatkan. Karena SAKIP merupakan gabungan implementasi dari perencanaan dan pelaksanaan.

“Tentunya, kedepan yang perlu menjadi prioritas adalah sinergi perencanaan dengan stakeholder. Termaksud pada penganggaran dan efisiensinya,” ucapnya usai menerima award SAKIP.

Surunuddin menambahkan, evaluasi kinerja di Kabupaten Konsel harus terus berjalan.

“Karena ini hal baru, kita telah mulai menerapkan di tingkat kepala dinas. Kedepan terus kita tingkatkan, baik ditingkat bidang, camat, sampai pada staf kita akan lakukan evaluasi kinerja. Dengan begitu kita bisa mendapatkan output yang lebih baik dalam optimalisasi pencapaian kinerja untuk meningkatkan penilaian SAKIP menjadi lebih baik lagi,” jelasnya.

Perlu diketahui, Pemerintah daerah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) telah mempertahankan predikat B SAKIP sejak tiga tahun terakhir dimulai sejak tahun 2017-2019.

Kontributor: Kasran

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here