Unaaha, Koransultra.Com – Aksi saling dorong antara pendemo dari massa Aliansi Masyarakat Dan Mahasiswa Bersatu (AMMB) dengan aparat satpol pp mewarnai demonstrasi tuntutan pembayaran honor aparat desa dikabupaten Konawe.

Tidak hanya itu,aparat gabungan yang menghalau pendemo sempat dihadiahi lemparan telur busuk oleh para pendemo saat merengsek masuk di halaman kantor bupati, rabu (13/03).

Demontrasi yang berujung ricuh tersebut merupakan imbas dari tertundanya pembayaran honor aparat desa sekabupaten konawe selama 16 bulan,terhitung sejak bulan desember 2018 hingga sekarang.

Massa aksi yang turun kejalan tersebut bergerak masuk kedalam kantor bupati, didepan pintu kantor bupati massa kembali bentrok dengan aparat yang mengakibatkan salah satu anggota kepolisian terkena pukulan dibagian kepala saat berusaha mengamankan ban yang akan dibakar oleh massa.

Suasana agak mereda ketika kepala BPMD,Keny yuga permana menemui para pendemo,akan tetapi pendemo menolak untuk bertemu dengan kepala BPMD Konawe tersebut.
Setelah berorasi didepan pintu Kantor Bupati,para pendemo bergerak menuju Kantor BPKAD Kabupaten Konawe.

Dikantor BPKAD,para pendemo diterima oleh H.K.Santoso, Kepala BPKAD Konawe.

Ilham Killing yang menjadi juara jenderal lapangan orasinya didepan Kepala BPKAD, memberikan warning kepada pemerintah daerah agar segera membayarkan honor untuk para ujung tombak pembangunan tersebut dalam waktu 7 x 24 jam.

“tuntutan massa aksi, honor aparat desa selama 16 bulan yang jumlahnya mencapai Rp. 100 miliar
harus segera dibayarkan, apabila tidak dibayarkan hak mereka maka kami akan kembali ke sini dengan massa aksi yang lebih besar” tegasnya.

Menanggapi tuntutan AMMB, Kepala BPKAD Konawe H.K Santoso kembali menegaskan statemennya dimedia massa tempohari,yang menyatakanpemerintah akan membayarkan honor aparat desa selama dua bulan tetap akan dijalankan.

Kata Santoso, pembayaran honor aparat tersebut akan dibayar setelah desa memenuhi persyaratan secara administrasi. Persyaratan yang dimaksud lanjut Santoso yaitu APBDes dan Rekomendasi dari Dinas PMD.

” Kami tetap akan membayarkan dua bulan karena itu utang. Honor pada Desember 2018 dan
Januari 2019″ jelas Santoso di depan
massa aksi.

Ditambahkannya honor aparat desa yang belum dibayarkan itu kurang lebih Rp.100 milliar hal itu sudah menjadi utang daerah maka pembayarannya akan menggunakan dana hibah daerah ke pemerintah desa dan utang tersebut pasti dibayar meski pembayarannya dilakukan secara bertahap. Santoso menyebut, untuk pembayaran utang honor aparat desa selama dua bulan, Pemkab Konawe telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 9 miliar.

“Tiap bulan kita menerima transfer dari pusat itu hanya sebesar Rp. 58 miliar,transfer ini termasuk gaji ASN sebesar 29 miliar.Jadi sangat tidak mungkin kita langsung bayarkan semua honor aparat.”Jelasnya.

Lanjutnya kemudia untuk honor 2020, Santoso
mengatakan tetap akan berjalan normal, karena pemerintah Kabupaten Konawe telah memiliki Dana Bagi Hasil (DBH)yang menjadi penghasilan tetap (Siltap) pada tahun 2020 ini.

“Yang jelas utang pasti dibayar. Kalau untuk honor tahun 2020 itu tetap juga berjalan, kita ada Siltap dari pemerintah pusat sebesar 24 miliar”pungkanya.

Kontributor : Nasruddin

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here