Foto Ilustrasi
k

Unaaha, Koransultra.com – Kepala desa Matapila kecamatan Lasolo kabupaten Konawe Utara (Konut) membantah adanya dugaan diskriminasi data masyarakat penerima dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa (DD) di desanya.

Arifudin, S.Ag menyatakan, penetapan penerima BLT DD Matapila sudah sesuai perubahan peraturan Menteri Desa PDTT nomor 11 tahun 2019 tentang prioritas pengunaan dana desa tahun 2020 menjadi peraturan Menteri PDTT nomor 6 tahun 2020 tentang perubahan atas peraturan Menteri desa PDTT nomor 11 tahun 2019 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2020.

“Jadi dalam penentuan penerima BLT dana desa ini kami melakukan verifikasi lewat rapat forum dengan rujukan aturan yang ada dan sesuai kesepatan kita bersama, jadi bohong kalau ada diskriminasi disini,” kata Arifuddin, via seluler, Selasa (5/5/2020).

Dikatakan pendataan tersebut sesuai mekanisme, ada team dari penanganan Covid-19 desa yang tak lain dari kepala dusun dan di bantu para RT. Setelah kami melakukan pendaataan ada 64 KK yang terdata dan kemudian kami rapat musdes khusus yang dihadiri pendamping lokal desa, ketua bpd, perangkat desa dan masyarakat.

Dalam forum yang diadakan pemerintah desa telah di sepakati bersama untuk penerima PKH dan BPNT dari sosial tidak masukkan dalam daftar penerima BLT DD, hal itu dikarenakan adanya data yang dobol dalam menerima kompensasi dampak peyebaran virus corona atau covid-19.

“Dari 48 data kepala keluarga yang terdata tersebut semuanya belum final karna masih dilakukan pencocokan data lagi di DPMD,” tutupnya.

Kontributor: Nasruddin

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here