Unaaha, Koransultra.com — Expo Inovasi Desa tahun 2025 yang diikuti 291 Desa se Kabupaten Konawe ini menampilkan beragam kreativitas dan potensi lokal. Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, dengan kostum sederhana tampak berkeliling mengunjungi stand desa-desa peserta expo pada, Senin 10/11/2025 malam.

Salah satu yang menarik perhatian adalah stand Desa Bajo Indah, Kecamatan Soropia. Di sana dipamerkan keunikan biota laut berupa satu ekor penyu lekang (Lepidochelys olivacea) yang ditemukan warga beberapa hari sebelum pelaksanaan expo.
Wakil Bupati Konawe diterima langsung oleh Sartina, istri Kepala Desa Bajo Indah, yang menjelaskan proses penemuan hingga penanganan penyu tersebut. Ia menegaskan bahwa pameran ini hanya bersifat edukasi, dan sesuai komitmen pelestarian lingkungan, penyu akan dilepas kembali ke habitatnya setelah acara selesai, katanya.
“Penyu ini memiliki berat sekitar 40 kilogram dan diperkirakan berusia 20 tahun. Menurut penuturan warga setempat, penyu itu pernah bertelur,” ungkap Sartina.
“Masyarakat Suku Bajo setempat menyebut penyu lekang itu dengan nama “boko”,” Ujarnya.
Wakil Bupati mengapresiasi langkah Desa Bajo Indah dalam mengangkat potensi sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga biota laut. Menurutnya, inovasi desa bukan hanya soal teknologi atau ekonomi, tetapi juga bagaimana desa menjaga keseimbangan alam dan kearifan lokalnya.
Dikatakannya, penemuan tersebut adalah bagian dari kearifan lokal yang menunjukkan kedekatan mereka dengan ekosistem laut. Ujarnya
“Dan hal ini menjadi salah bukti masih terjaganya siklus hidup penyu di wilayah pesisir Konawe.” tutur mantan Legislator DPRD Sultra tiga periode ini.
Wabup Konawe ini tampak bercengkrama dengan akrab bersama warga yang juga penasaran melihat keberadaan penyu tersebut, bahkan tak sedikit warga yang meminta swafoto bersama Wabup pasangan Bupati H. Yusran Akbar.
Lain halnya di Desa Tombawaru Kecamatan Kapoiala, Wabup Syamsul Ibrahim bahkan bersantai sejenak mencicipi produk UMKM masyarakat setempat, hidangan sate kerang dan gogos (Lemper.red) menghiasi bincang bincang hangat bersama Kades dan sejumlah perangkatnya.
Expo Inovasi Desa 2025 sendiri diikuti puluhan desa dari berbagai kecamatan, menampilkan kreasi unggulan mulai dari produk UMKM, kerajinan, hingga inovasi pelayanan publik dan konservasi lingkungan.
Laporan: Andriansyah Siregar





