Konawe, Koransultra.com – Pengembangan pariwisata tidak hanya berbicara mengenai destinasi, infrastruktur, dan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat lokal menjadi bagian utama dalam menciptakan nilai ekonomi, menjaga budaya, serta mengelola potensi daerah secara berkelanjutan.
Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bertema “Membangun Kapasitas, Memberdayakan Masyarakat”, PT Andalan Duta Eka Nusantara (Aden Indonesia) bersama PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, pada 17–18 Juni 2026.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan food safety and hygiene, business value chain, serta keterampilan pengolahan makanan bagi masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.
Namun lebih jauh dari sekadar pelatihan keterampilan, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem ekonomi masyarakat yang dapat mendukung pengembangan pariwisata daerah.
Routa dan Potensi Pariwisata Berbasis Masyarakat
Kecamatan Routa memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan dengan konsep community based tourism (CBT) atau pariwisata berbasis masyarakat.
Wilayah yang memiliki kekayaan alam, budaya lokal, serta kehidupan masyarakat yang masih mempertahankan nilai tradisional menjadi modal penting dalam menciptakan daya tarik wisata.
Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui beberapa sektor, antara lain:
- Wisata Alam dan Ekowisata
Keindahan alam Sulawesi Tenggara, mulai dari kawasan hutan, sungai, keanekaragaman hayati, hingga lanskap pedesaan dapat menjadi daya tarik wisata berbasis konservasi.
Pengembangan ekowisata dapat memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat tanpa menghilangkan nilai lingkungan.
- Wisata Budaya dan Kearifan Lokal
Budaya masyarakat Routa merupakan aset yang memiliki nilai tinggi dalam pengembangan pariwisata.
Tradisi lokal, makanan khas, kerajinan tangan, cerita sejarah masyarakat, hingga aktivitas keseharian dapat dikemas menjadi pengalaman wisata yang menarik.
Pariwisata masa kini tidak hanya mencari tempat untuk dikunjungi, tetapi juga pengalaman autentik yang memberikan hubungan emosional dengan masyarakat lokal.
- Wisata Kuliner dan Produk Lokal
Melalui pelatihan pengolahan makanan, masyarakat dapat mengembangkan produk bernilai ekonomi seperti olahan pisang, makanan khas daerah, serta produk UMKM lainnya.
Produk lokal tersebut dapat menjadi bagian dari rantai ekonomi pariwisata, mulai dari oleh-oleh wisatawan, kebutuhan homestay, hingga layanan konsumsi pada kegiatan wisata.
Pemberdayaan Masyarakat sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Head of Operation and Business Excellence PT Andalan Duta Eka Nusantara, Haddy Ratony, menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
“Perusahaan memiliki tanggung jawab untuk menciptakan nilai yang lebih luas. Kehadiran Aden Indonesia di wilayah operasional bukan hanya menjalankan aktivitas bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemberdayaan masyarakat agar memiliki kapasitas dan peluang ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Haddy Ratony.
Menurutnya, masyarakat harus menjadi pelaku utama dalam pembangunan daerah.
Ketika masyarakat memiliki keterampilan, kemampuan usaha, dan pemahaman mengenai standar kualitas produk, maka mereka dapat mengambil peran lebih besar dalam rantai ekonomi daerah, termasuk sektor pariwisata.
Dari UMKM Menuju Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat memiliki hubungan langsung terhadap peningkatan ekonomi daerah.
Ketika destinasi wisata berkembang, maka akan muncul berbagai aktivitas ekonomi seperti:
- Usaha kuliner lokal
- Homestay masyarakat
- Transportasi lokal
- Produk kerajinan
- Pemandu wisata
- Penyedia jasa wisata
- Produk pertanian dan perkebunan lokal
Aktivitas ekonomi tersebut dapat meningkatkan perputaran uang di daerah dan secara tidak langsung memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak daerah, retribusi wisata, serta pertumbuhan sektor ekonomi lainnya.
Pemberdayaan masyarakat menjadi investasi jangka panjang karena menciptakan masyarakat yang mandiri dan mampu mengelola peluang ekonomi di wilayahnya sendiri.
Sinergi Perusahaan dan Masyarakat untuk Pariwisata Berkelanjutan
External Community Manager PT Sulawesi Cahaya Mineral, Iqbal Muharram Arsa, mengatakan bahwa perusahaan terus berkomitmen menghadirkan program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
“Program pengembangan masyarakat bukan hanya tentang bantuan, tetapi bagaimana membangun kapasitas agar masyarakat mampu berkembang secara mandiri. Melalui kerja sama dengan Aden Indonesia, kami berharap semakin banyak manfaat yang dapat dirasakan masyarakat Routa,” ungkapnya.
Sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan, masyarakat, dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam menciptakan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.
Konsep Triple Bottom Line (People, Planet, Profit) menjadi pendekatan yang relevan, dimana pembangunan tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Membangun Masa Depan Routa melalui Pariwisata Berbasis Nilai Lokal
Pengembangan pariwisata bukan sekadar membangun tempat wisata, tetapi membangun manusia yang mampu menjaga dan mengembangkan potensi daerahnya.
Melalui peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan UMKM, pelestarian budaya lokal, serta pengelolaan potensi alam secara bijak, Routa memiliki peluang untuk berkembang menjadi kawasan wisata yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga identitas budaya masyarakat.
Pemberdayaan masyarakat hari ini adalah investasi untuk generasi mendatang.
Karena pariwisata yang berkelanjutan bukan hanya tentang berapa banyak wisatawan yang datang, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang tinggal dan dirasakan oleh masyarakat lokal.
Oleh:
Haddy Ratony
Mahasiswa Magister Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata
Dosen Pembimbing:
Ibu Suci Sandi Wachyuni, STP., MM., CHE





