3
Kolaka , Koran Sultra – Pondok pesantren Nurul Hidayah Al Mincis sebagai salah satu sarana pembelajaran agama yang berpusat di Desa Rahabite Kecamatan Toari, yang dipimpin oleh K. Nurkholis selama 13 Tahun kembali naik pitam, pasalnya bahwa pondok pesantren yang notabenenya sebagai cerminan masyarakat tersebut masih resah oleh pemberitaan media yang tidak bertanggung jawab yang terdapat di salah satu media on line yang enggan di sebut namanya saat di konfirmasi, di mana berita yang tidak senonoh telah diobral bak sayur yang usang dan menggelitik dan selalu di up date di internet ujar Ust. Zaenuddin saat ditemui di pondok pesantren tersebut “iya begitu” lanjut Ust. Rohman tandasnya.

Ironisnya, dirinya menganggap berita diangkat tanpa memperhatikan kode etik jurnalistik (UUD No. 40 Thn 1999, tentang kode etik jurnalistik) yang tanpa konfirmasi ke pihak pesantren yang dilansir oleh salah satu media dengan judul “Pesantren Nurul Hidayah Al Mincis Resahkan Masyarakat” dan edisi rabu, 11 Juli 2015 dengan judul “Kades Dukung Penutupan Pesantren Al Mincis” yang ternyata setelah dikonfirmasi semua narasumber tidak pernah mengaku diwawancarai oleh wartawan terkait dengan bukti pernyataan bermaterai.

Sapri mengatakan bahwa dia tidak pernah mengadukan pada wartawan manapun untuk meliput berita atas nama saksi yang menyampaikan bahwa Pondok Pesantren Nurul Hidayah Al Mincis adalah tempat mesum santri. “Bahkan kami siap dimintai keterangan lebih lanjut demi menjaga nama baik Ponpes” lanjutnya.

Hal senada juga diungkapkan Muh. Ismail M. sebagai Mantan Kepala Desa Wowoli bahwa pihaknya tidak pernah dimintai keterangan terkait berita yang melecehkan apa lagi hingga menutup Pondok Pesantren Nurul Hidayah Al Mincis sebagaimana yang termuat di salah satu media. Demikian halnya berita yang sengaja diumbar untuk menjatuhkan nama baik Pesantren adalah fiktif belaka yang tidak berdasar dan kiranya Pondok Pesantren Al Mincis ini harusnya mendapat dorongan baik secara moral maupun materil hingga kedepannya Pesantren ini menjadi corong masyarakat untuk menyiarkan syiar Islam khususnya di Desa Rahabite Kec. Toari. Tuturnya.

Kontributor : Andi Hendra
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here