[caption id="attachment_10816" align="aligncenter" width="1280"] LA ODE YUSRAN SYARIF (Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang)[/caption]

Oleh: LA ODE YUSRAN SYARIF

Mahasiswa : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang

28 Oktober 1928 adalah titik balik perjuangan pemuda, di tangan dan pengakuan mereka, Bangsa, Tumpah Darah dan Bahasa disatukan dalam sebuah sumpah yakni dikenal SUMPAH PEMUDA.

Sumpah tersebut Lantas menjadi cikal-bakal semangat persatuan untuk melawan kolonialisme, yang sebelumnya bersifat kedaerahan, hingga sampai pada proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Dari peristiwa ini dapat kita gambarkan bahwa pemikiran pemuda Indonesia pada kala itu mencerminkan keyakinan bahwa mereka adalah orang Indonesia dan semangat perjuangan mereka dilandasi oleh semangat persatuan.
Pada konteks tersebut, semakin menegaskan bahwa pemuda memiliki posisi strategis dalam menggerakkan perubahan dan menciptakan sejarah bangsa ini atau paling tidak menjadi trend setter sejarah Indonesia.

Bagaimana Peran Generasi muda di Era Digital?

Era digital ada suatu fenomena dalam peradaban manusia yang terus bergerak dalam masyarakat global, era ini digambarkan sebagai era dimana manusia terkoneksi, berbagai informasi sangat mudah diakses melalui Smart Phone.
Mengutip pendapat Thomas L. Friedman bahwa era ini adalah era Globalisasi 3.0 dimana kehidupan manusia diwarnai penggunaan teknologi digital. Pada masa ini dunia menyusut dari ukuran kecil menjadi ukuran sangat kecil. Aktor utamanya adalah individu-individu dalam kelompok-kelompok kecil terkonvergensi dengan internet dan saling terhubung di dunia digital.

Jika era ini dimanfaatkan dengan baik maka akan berdampak positif pula bagi kemajuan bangsa.
Bercermin dari kelompok Komunitas Muda “Baronda” di Kota Ambon, dunia digital seperti media sosial tak hanya dimanfaatkan untuk sekedar update status maupun narsis semata, melalui media sosial (Instagram, Youtube) mereka menunjukkan kreatifitasnya, pariwisata dan Budaya Maluku di Promosikan, untuk tujuan referensi pariwisata bagi masyarakat diluar Maluku.

Majalah SWA salah satu majalah terkemuka di Indonesia edisi 7 Desember 2015 pernah membahas pada sub tema Peran Anak Muda dalam Mempromosikan Pariwisata Indonesia, salah satu rujukkanya adalah Kiprah yang dilakukan oleh Komunitas Baronda Ambon.

Olehnya itu generasi muda harus terus memupuk semangat dan membuktikan rasa kebangsaan dan nasionalisme dalam karya dan tindakan nyata.
Selamat Hari sumpah Pemuda!(***)

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY