Andre Dermawan (kiri) selaku kuasa Hukum Bupati Konsel didampingi Kabag Humas Pemda Konsel, Hermawan (kanan) saat menggelar Konfrensi pers di salah satu Cafe di Kendari, Selasa (8/1/2018, Foto: Kasran).

Andoolo, Koransultra.com – Beredarnya Surat pemanggilan Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga dibeberapa group WhatsApp (WA) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dipastikan Palsu hal tersebut disampaikan melalui kuasa Hukumnya Andre Dermawan, saat menggelar konfrensi pers di salah satu Cafe di Kendari, Selasa (8/1/2018).

Menyikapi hal itu, kepada awak media, Andre Dermawan didampingi Kepala Bagian (Kabag) Hubungan Masyarakat (Humas), sekretariat daerah, Hermawan. Menjelaskan hahwa dirinya dipercayakan untuk meluruskan atau memberikan klarifikasi kepada masyarakat konsel pada umumnya, bahwa isu yang beredar beberapa hari lalu yang kontenya menyudutkan pribadi Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga adalah Hoax atau berita bohong.

IKLAN KPU

“Sebenarnya masalah ini tidak ditanggapi serius oleh Bupati, karena tidak merasa melakukan hal itu, namun karena melihat perkembangan berita yang terus di share hingga ada oknum yang melakukan demo di KPK, olehnya itu hari ini kami mengklarifikasi sebelum jadi polemik besar yang dapat merugikan kedua pihak,” ungkap Andre selaku kuasa hukum.

Saat menunjukan surat pemanggilan oleh Komisi anti rasuah yang telah dipastikan palsu. Andre juga memperlihatkan tanda bukti penerimaan laporan atau informasi pengaduan masyarakat dari KPK, dan hal tersebut telah ditanyakan langsung ke Kantor KPK di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2018 lalu yang di terima oleh salah satu Pegawai KPK, Dewa Venska.

“Setelah di cek keabsahan surat itu pada bagian administrasi pengaduan dan penyidikan, hasilnya di pastikan mereka tidak pernah membuat maupun melayangkan surat panggilan kepada Bupati Konsel. kemudian kami bersama KPK menandatangani tanda bukti yang menerangkan jika surat tersebut adalah palsu,” bebernya.

Atas dasar pertimbangan, lanjut Andre, Bupati Konsel mengkuasakan kepada saya untuk melaporkan hal tersebut ke Polda Sultra per tanggal 2 Januari 2019, dan telah keluar SP2AP, yang mana proses ini telah di sidik oleh pihak kepolisian dengan melampirkan bukti-bukti.

“Laporan kami saat ini sedang berproses dan sudah masuk tahap pemanggilan saksi, tentu kita berharap pelaku segera di ketahui dan di tangkap, jadi apa yang beredar informasi merupakan bagian dari berita palsu atau Hoax,” tandasnya.

Untuk kepada oknum pendemo agar tidak melanjutkan aksinya atau stop gerakan yang dapat merugikan, karena kasus ini telah di tangani oleh pihak kepolisian sekaligus menyatakan bahwa Bupati Konsel, hanyalah korban pemberitaan yang tentu harus di perangi bersama.

“Jelasnya Bupati merasa sangat dirugikan terkait hal ini, yang sengaja merusak citra dirinya, apalagi isi surat dan orasi yang tidak nyambung dengan pekerjaannya selaku Kepala Daerah. Seperti terlibat dalam izin Pertambangan yang bukan wewenangnya dan korupsi pembangunan Kantor Bupati, padahal pengerjaannya belum kelar dan bersifat multiyears, jadi kami minta bantuan pihak kepolisian untuk segera mengungkap pelakunya dan memberikan hukuman yang setimpal,” harapnya.

Kontributor : Kasran

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here