Pemerhati budaya suku Tolaki, Dr. Sahlul, SE., M.Si (kedua dari kiri) saat menyampaikan sambutanya dalam pembentukan kepanitiaan Musda ke-2 LAT Konsel, Kamis (03/10/2019). Foto: Kasran/Koransultra.com

Andoolo, Koransultra.com – Pemerhati budaya Suku Tolaki resmi membentuk panitia Musyawarah Daerah (Musda), Lembaga Adat Tolaki (LAT) Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara yang ke- 2.

Pembentukan panitia tersebut melibatkan beberapa unsur diantaranya, pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda yang dilaksanakan di Sekretariat LAT Konsel, Kamis (03/10/2019).

Musda yang ke- 2 itu rencananya digelar pada 21 Oktober 2019 mendatang.

Ketua Mandataris Musda 2 LAT Konsel, Drs. Syawal Silondae mengatakan, jika
LAT merupakan salah satu wadah religi bagi kebudayaan suku Tolaki.

Menurutnya, lembaga tersebut dapat menjaga dan melestarikan kearifan lokal budaya dari tantangan globalisasi dan teknologi di era sekarang.

“Lembaga adat Tolaki hadir sebagai perisai dalam menjaga dan merawat keutuhan budaya leluhur kita dari paparan budaya luar. Juga bertujuan untuk menjaga nilai-nilai moral masyarakat khususnya kebudayaan suku Tolaki,” kata Syawal.

Untuk itu kata dia, kepengurusan lembaga ada Tolaki yang terbentuk nantinya dapat lebih serius memiliki rasa kepedulian terhadap lembaga. Serta memiliki jiwa kreatif dan kredibilitas dalam memimpin satu kelembagaan.

“Saya berharap Musda yang ke- 2 nanti dapat melahirkan pemimpin yang enerjik, berwawasan luas, dan mampuh bekerja dengan baik untuk lembaga,” harapnya.

Sementara itu, Pemerhati budaya suku Tolaki Dr. Sahlul, SE., M.Si mengatakan, pemerintahan saat ini berjalan dalam hal kekinian.

“Tentunya kita harapkan adanya lembaga-lembaga kemasyarakatan untuk menjadi praimufer pengerak utama pemerintah dalam manggapai harapan kesejahteraan rakyat. Karena pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. tentunya ini harus berjalan pararel dengan lembaga masyarakat utamanya adat,” katanya.

Untuk itu ia berharap dengan adanya lembaga tersebut, bisa lebih serius lagi dalam mendorong hapan-harapan masyarakat. Sebab, adat merupakan bagian dari kekayaan.

Sahlul menilai, kebudayaan dan adat suku Tolaki saat ini tengah mengalami kemunduran. Bahkan kata dia, bakal mengalami kepunahan.

“Karena di generasi muda kita saat ini sudah banyak yang tidak peduli lagi dengan adat budayanya sendiri. Sehingga kedepannya kita bisa menjadi budaya yang hilang, atau generasi yang tidak tau lagi adat, budaya, asal usulnya. Lebih ironi lagi jika bahasa daerah tolaki sendiri pun akan di lupakan,” ujarnya.

Untuk itu dengan adanya LAT ia berharap,
dapat menjadi lembaga yang bukan hanya mensosialisasikan tentang adat. Namun, juga melestarikan adat Tolaki

“Sehingga ke depannya kita akan menghasilkan generasi-generasi berikutnya untuk menjadi penerus kita semua,” imbuhnya.

Kontibutor: Kasran

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here