Ilustrasi

Lasusua, Koransultra.com – Kasus dugaan korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) yang melibatkan mantan Kapala Desa (Kades) Loka, Kecamatan Tolala, Kolaka Utara (Kolut), insial AS kini tengah menjalani proses hukum.

AS kini sementara menunggu putusan pengadilan atas perbuatannya. Rencananya, berkas perkara AS bakal dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Kolut pada bulan Januari mendatang untuk diproses lebih lanjut.

“Insya Allah, kalau berkas dakwaanya sudah lengkap, kita akan limpahkan,” kata Kejari Kolut, Teguh Imanto, Senin (9/12/2019).

Diketahui, eks Kades Loka diduga melakukan penyelewangan anggaran dana desa tahun 2016-2017 yang merugikan keuangan negara hingga ratusan juta. AS diduga membuat Laporan pertanggung jawaban (LPJ) fiktif terhadap sejumlah kegiatan di desa.

Dari hasil penyelidikan, kejaksaan menemukan beberapa kegiatan yang fiktif dan mark up seperti pembuatan dekker, pembangunan Pos Kamling hingga jalan usaha tani.

“Dalam kegiatan itu ada yang fiktif dan mark up. Contohnya saja pembuatan Dekker. Kades AS menggangarkan dekker, dalam LPJ itu ada 4, padahal fakta dilapangan hanya satu yang dibuat. Contohnya lagi pembuatan Pos Kamling. Misalnya LPJ anggaran Rp10 juta, setelah dihitung fisik itu hanya Rp5 juta. Inikan mark up,” terang Kejari.

Kejaksaan sendiri masih menunggu hasil audit dari BPKP untuk memastikan besaran kerugian negara.

“Kalau hitungan kasar kami, kerugian negara lebih dari Rp270 juta. Tapi kita tunggu saja dulu kepastian dari BPKP,” ujar Kejari.

Kejari mengimbau kepada Kades agar lebih berhati-hati dalam mengelolah anggaran dana desa.

“Saya juga berharap kepada seluruh Kades agar mengelolah anggaran sesuai dengan mekanisme serta aturan yang ada,” pinta Kejari.

Kontributor : Fyan

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here