Kolaka, Koransultra.com – Mahasiswa Pemerhati Tambang Sultra menggelar demonstrasi susulan di Kantor Syahbandar Kolaka, Jum,at (15/2/20).

Aksi tersebut terkait dengan kebijakan Kepala Syahbandar dalam memgeluarkan izin olah gerak tanpa adanya izin tersus resmi terhadap aktivitas pertambangan di Kolaka Utara.

Kordinator aksi, Nur Alim mempertayakan soal pembuatan jetty diperusahan penambangan Kolaka Utara, khususnya di Kecamatan Batu Putih yang dimana PT.Kasmar, PT.Amin,PT.Kurnia masih tetap mengeluarkan dan memasukan kapal-kapal tongkang untuk melakukan pemuatan Ore nikel.

Meski demikian teriak Alim, jika aktivitas pertambangan yang di duga berada di luar titik kordinat perusuhaan, Kepala Syahbandar Kolaka Hasfar tidak ingin menjelaskan persoalan ore nikelnya tersebut dari mana.

Sementara itu Kepala Syahbandar Kolaka Hasfar menjelaskan mekanisme pemberian izin olah gerak hanya mengacu pada hasil laporan verifikasi.

“Surat keterangan verifikasi bukan sebagia syarat penertiban izin olah gerak, pasalnya hal tersebut bukalah menjadi suatu syarat untuk pemberangkatan kapal,” jelasnya.

Hasfar menuturkan surat keterangan verifikasi tidak diterbitkan oleh Dinas ESDM kepada salah satu perusahan, sementara perusahan yang lain, itu yang mesti di pertanyakan kepada ESDM Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Saya merasa di adu domba dengan adik-adik mahasiswa, kenapa adik-adik mahasiswa menyerang syahbandar kolaka kenapa pada saat mahasiswa berkunjung di ESDM Provinsi Sulawesi Tenggara tidak meminta penjelasan soal verifikasi, saya juga meminta kepada pihak penegak hukum terutama pihak kepolisian jika memang itu ilegal tolong di kroscek persolan ini.polisi memiliki perang untuk mengambil langkah persoalan tambang ilegal,” terangnya.

Kontributor : Andi Hendra

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here