Muh kaizan al khalaf memegang foto ibunya fOTO: Liya Puspita

KENDARI,KORANSULTRA.COM – 19 desember 2017 tepat dua tahun karamnya kapal KM Marina yang terjadi di Kolaka 19 desember 2015 lalu.

Mengigat hal itu membuat keluarga korban KM Marina yang berada di Lapulu kec Abeli trauma dan sedih pasalnya sembilan anggota keluarga menjadi korban karamnya kapal naas tersebut beruntung dua orang di antaranya selamat dan sembilan orang dinyatakan meninggal dunia.

Di momen hari ibu ini, Muh Kaizan Al Khafi (8) anak dari korban kapal karam KM Marina Eka Arisandi Datunugu (Alm) mengenang ibunya dengan cara memandang foto ibunya dan kadangkala ia menanyakan keberadaan ibunya.

“Biasa kalau saya ingat ibu ku saya lihat saja fotonya, pernah juga saya menangis tengah malam saya panggil ibu ku tapi yang saya tahu ibu ku sekarang sudah disurga” ujar Kaizan saat ditemui di kediamannya (22/12/17)

Isi surat adit yang masih dia simpan Foto : :iya Puspita

Kaizan tidak hanya kehilangan ibunya di peristiwa tersebut namun dirinya juga kehilangan adik bungsunya yang tenggelam bersama ibunya.

Berbeda dengan kaizan, Muh Reski Aditya (10) mengenang ibunya dengan cara menyimpan surat yang ia tulis dua tahun lalu tepat tanggal 22 Desember 2015 yang berisi harapan agar ibunya cepat ditemukan dalam keadaan selamat. Ibu Adit sapaan akrabnya yakni Yuliati (alm) yang juga korban kapal karam KM Marina yang tak lain adalah Tante dari Eka Arisandi (alm).

Ada pun isi surat adit yaitu “Selamat Hari Ibu, semoga mama cepat ditemukan dalam keadaan selamat. Aamiin. Aku rindu mama. Muh.Reski.A” 2 jam setelah ia menuliskan surat tersebut terdengar kabar bahwa ibunya telah ditemukan namun dalam keadaan sudah tak bernyawa lagi.

Eka arisandi ibu Muh Kaizan Foto: Liya Puspita

Tak hanya ibunya, Kakak Adit yakni Muh Zulfikri Septanto (18) juga menjadi korban karamnya kapal tujuan kolaka – Wajo tersebut namun nasib baik masih berpihak kepada fikri sapaan akrabnya ia ditemukan sehari setelah kapal karam dengan keadaan selamat.

“Ketika saya mengingat ibu saya, saya hanya bisa berkunjung di kuburannya dan berdoa, bagi saya hari untuk ibu saya tiap hari, bukan hanya tanggal 22 desember” ungkap fikri.

Kontributor : Liya Puspita

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY